Alkohol Bisa Bantu Pintar Berbahasa Asing?

Minggu, 12 November 2017 – 06:48 WIB
Minum Alkohol. ILUSTRASI. Foto: Laman Lifescript

jpnn.com - ORANG yang minum alkohol ternyata diketahui lebih fasih berbahasa asing dibanding mereka yang minum air putih biasa.

Mereka yang mencoba mempelajari bahasa baru terkadang menemukan bahwa minum alkohol secukupnya bisa membantu mereka berbicara dengan lebih lancar.

BACA JUGA: Apakah Ibu Hamil Boleh Minum Alkohol?

Telah ditemukan bahwa minum bir atau segelas wine bisa mempermudah beberapa orang untuk mengatasi kegugupan atau keraguan yang sedang mereka alami.

Tapi di sisi lain, alkohol juga telah terbukti mengganggu fungsi kognitif dan motorik, memengaruhi memori dan perhatian secara negatif, dan menyebabkan rasa terlalu percaya diri dan meningkatkan evaluasi diri.

BACA JUGA: Cara Baru, Siasati Larangan Bawa Minuman dari Luar

Jadi, apakah orang benar-benar berbicara bahasa asing lebih baik setelah minum alkohol atau wine atau ini hanya sebuah mitos belaka?

Untuk menjawab pertanyaan itu, periset Inggris dan Belanda melakukan percobaan yang diterbitkan di Journal of Psychopharmacology.

BACA JUGA: Khusus Dewasa! 6 Jurus Ampuh Mengatasi Hangover

Ternyata, orang-orang dalam penelitian ini benar-benar bisa berbicara bahasa asing lebih lancar setelah minum alkohol dengan tingkat rendah.

Studi tersebut melibatkan 50 orang Jerman yang sedang belajar di Universitas Maastricht, yang berada di Belanda dekat perbatasan dengan Jerman.

Semua orang dalam penelitian tersebut mengatakan bahwa mereka setidaknya sering minum alkohol dan karena kelas mereka diajarkan dalam bahasa Belanda, mereka diminta untuk berbicara dalam bahasa tersebut.

Setiap orang diminta untuk melakukan percakapan santai dua menit dengan pewawancara dalam bahasa Belanda.

Sebelum memulai chat, setengah peserta diberi air putih untuk diminum, sedangkan separuh lainnya diberi minuman beralkohol.

Jumlah minuman keras bervariasi berdasarkan berat badan seseorang, tapi untuk pria seberat 75 kg, jumlah minuman tersebut setara dengan hanya di bawah satu pint bir.

Percakapan tersebut direkam dan kemudian dicetak oleh dua warga Belanda yang tidak mengetahui peserta mana yang telah minum alkohol.

Para peserta juga diminta untuk menilai sendiri penampilan mereka sendiri, berdasarkan seberapa lancar mereka berbicara.

Tanpa diduga, alkohol tidak berpengaruh pada penilaian diri para pembicara.

Mereka yang minum alkohol merasa tidak percaya diri atau senang dengan penampilan mereka daripada mereka yang minum air putih biasa.

Tapi mereka tampil lebih baik. Secara keseluruhan, warga asli Belanda menilai orang-orang di kelompok alkohol memiliki kelancaran pengucapan yang lebih baik.

Para penulis menunjukkan bahwa dosis alkohol yang diuji dalam penelitian ini rendah dan tingkat konsumsi yang lebih tinggi mungkin tidak memiliki efek menguntungkan ini.

Bagaimanapun, minum terlalu banyak bisa memiliki efek sebaliknya pada kelancaran berbahasa seseorang.

"Penelitian masa depan tentang topik ini harus mencakup kondisi plasebo alkohol," kata para peneliti, seperti dilansir laman Health.

Setidaknya satu makalah lain mendukung teori ini. Dalam sebuah studi tahun 1972, minum dosis kecil alkohol memperbaiki pengucapa kata-kata warga Amerika saat mereka belajar bahasa Thai.(fny/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ya Ampun, Presenter TV Melepas Hijab Lantas Minum Bir


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler