Ambalat Panas Lagi, TNI AL Usir Kapal Malaysia

Rabu, 27 Mei 2009 – 10:32 WIB
SIAGA- Pesawat tempur milik TNI AU Hawk 100 melakukan patroli di kawasan Ambalat, 28-30 April lalu, dalam operasi Tameng Petir. Tampak di bawahnya, salah satu KRI yang turut mengamankan perairan Indonesia. Foto DOK/KOHANUDNAS untuk JPNN Grup
JAKARTA - Perbatasan RI-Malaysia memanas lagiKapal perang Indonesia kembali memergoki kapal patroli Malaysia di perairan Ambalat, Indonesia

BACA JUGA: Pemekaran Nias Dirancang jadi Provinsi

"Ini yang ke sembilan kalinya sejak Januari lalu," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama Iskandar Sitompul di Jakarta Selasa (26/05)

   
Iskandar menjelaskan, kapal perang Indonesia selalu melakukan patroli rutin di daerah perbatasan

BACA JUGA: KPU Lampung Tak Bisa Batalkan Pelantikan Sjahroedin

"Prosedur penanganannya dengan cara damai," ujar adik kandung politisi Ruhut Sitompul itu

    
Kapal Perang TNI AL dari jajaran "Komando Armada RI Kawasan Timur KRI Untung Surapati-872 mengusir "kapal perang Malaysia jenis Fast Atack Craft Gun KD Yu-3508 yang masuk wilayah perairan NKRI disekitar perairan Nunukan Kalimantan Timur, Senin (25/5) lalu

BACA JUGA: Suramadu Hampir Rampung, Bisnis Awal Rp5 Triliun


    
Kronologis pengusiran dimulai pada Senin (25/5) subuh menjelang fajarKRI Untung Surapati-872 yang dikomandani Mayor Laut (P) Salim melaksanakan operasi pengamanan perairan Ambalat memergoki kapal perang Malaysia KD YU-3508 yang berada pada posisi 04.03.00 U/118.01.70 T (disekitar perairan Nunukan, Kaltim)Jarak kontak antar ke dua kapal 8 mil laut, dengan kecepatan kapal 16 knot
    
Mengetahui hal itu, KRI Untung Suropati-872 langsung membayangi kapal perang Malaysia dari jenis Fast Patrol Boat (FPB) buatan tahun 1976" berbobot 244 ton itu"Awalnya dilakukan dengan peringatan melalui radio komunikasi bahwa kapalnya telah memasuki perairan yurisdiksi NKRI," katanya.
     
Kapal perang negeri Jiran itu menjelaskan akan berlayar menuju TawaoNamun, TNI AL tak begitu saja percayaMayor Laut (P) Salim Komandan KRI Untung Suropati-872 segera memerintahkan ABK untuk melaksanakan peran tempur bahaya permukaan"Mereka melaksanakan operasi pengusiran, karena kapal perang Malaysia tersebut "telah memasuki wilayah NKRI sejauh 12 mil laut," kata Kadispen Armatim Letkol (KH) Toni Syaiful menambahkan. 
    
Setelah dilakukan pengusiran, kapal perang Malaysia dengan panjang kapal 44,9 meter dan lebar 7 meter serta bersenjata meriam Bofors 57 mm dan 40 mm serta ber-ABK 36 personel tersebut bergerak menjauh, tetapi tidak menuju ke arah Tawao melainkan merubah haluan ke arah timur yang masih masuk wilayah NKRIMelihat itu KRI Untung Suropati-872 kembali melaksanakan pengusiran yang kedua," ujarnya. 
    
Pada peringatan kedua ini sempat terjadi adu argumenasi di radio antar kedua komandan kapal, kapal perang Malaysia ini kukuh bahwa mereka patroli di wilayahnyaSetelah dijelaskan bahwa kapal perang tersebut melanggar UNCLOS 82 tentang batas wilayah, baru kemudian komandan KD Yu-3508 diam dan selanjutnya kapal bergerak berputar haluan meninggalkan tempat sampai batas terluar "perairan NKRI
    
Pada hari sebelumnya, KRI Untung Surapati-872 bersama-sama dengan KRI Hasanuddin-366 juga telah mengusir kapal perang Malaysia KD Baung-3509 dari perairan NKRIPada hari itu juga kedua KRI dari jajaran Koarmatim ini berhasil mendeteksi sebuah helikopter Malaysian Maritime Enforcement Agency dan pesawat Beechraft juga telah terbang memasuki wilayah udara NKRI sejauh 40 mil laut
    
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Tedjo Edy Purdijanto menegaskan, TNI AL selalu waspada di seluruh perairan Indonesia"Kita akan upayakan prosedur diplomatik duluSecara damai siap, tapi perang juga siap," kata KSAL di Jakarta kemarin.
    
Menurut Tedjo, meski insiden itu sudah terjadi berulangkali, pihaknya bisa memaklumi"Ini karena perbedaan penafsiran petaMereka tidak memahami luas wilayah kita," katanya.(rdl/iro)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kontak Senjata di Tanah Hitam Abepura


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler