Amuk Massa di Jalan Pucang Anom Surabaya, Darah di Mobil Ayla Masih Misteri

Rabu, 06 Oktober 2021 – 19:06 WIB
Mobil Daihatsu Ayla L 1894 MZ saat menjadi sasaran amukan massa di Jalan Pucang Anom Surabaya, Rabu (6/10). Foto: Dok. Command Center 112 Surabaya

jpnn.com, SURABAYA - Keributan massa terjadi di kawasan pasar yang berlokasi di Jalan Pucang Anom, Surabaya, Rabu (6/10) siang. Ternyata sejumlah warga sedang mengamuk memukuli mobil Daihatsu Ayla L 1894 MZ.

Salah seorang saksi menduga amuk massa disebabkan sang sopir melakukan tabrak lari

"Infonya menabrak di Gubeng, terus dikejar orang, tetapi enggak berhenti. Pas lewat Pucang Anom kondisinya macet akhirnya diberhentikan warga," kata seorang warga di lokasi keributan.

Beruntung sang sopir tidak menjadi korban amukan massa. Namun, mobilnya penyok di beberapa bagian dan kaca kendaraan pecah. 

"Kaca bagian belakang dan samping pecah. Sopirnya sudah sepuh," ujar dia. 

Terpisah, Kapolsek Gubeng Kompol Akay Fahli mengatakan pihaknya masih mendalami peristiwa itu. Tim sudah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. 

"Kami baru dapat keterangan pemilik mobil. Belum dapat laporan, karena masih dicek sama petugas di TKP," ucap dia. 

Pengakuan pemilik mobil menyebutkan kronologis kejadian ketika di tikungan Jalan Biliton ada yang menabraknya dari belakang.

Kendaraan tersebut sempat berhenti, tetapi pengemudi tidak turun karena kondisi jalanan yang ramai. 

BACA JUGA: 450 Personel Gabungan Mengepung Jalan Kunti Surabaya, 1 DPO Kaget, Lihat Wajahnya

Sementara si pengemudi Daihatsu Ayla L 1894 MZ menuju kantor polisi terdekat.

"Beliau akhirnya berinisiatif menuju kantor polisi terdekat, tetapi di Jalan Pucang Anom malah mobilnya dirusak" beber dia. 

Saat ini kepolisian masih mencari pengemudi kendaraan yang disebut menabrak mobil Ayla.

Polisi juga akan melakukan pengusutan terhadap pelaku yang merusak mobil L 1894 MZ tersebut. 

"Kami masih mendalaminya karena ada darah di mobil. Belum diketahui secara pasti ditabrak apa menabrak. Yang merusak juga, karena bagaimana pun hal itu salah," tandas Akay. (mcr12/jpnn)

BACA JUGA: Lulusan ITS Ini Ungkap Alasan Menghadirkan Produk Sneakers Lokal Asli Surabaya

BACA JUGA: MA Tolak Kasasi Jaksa Kasus Habib Rizieq, 5 Eks Petinggi FPI Bebas Hari Ini


Redaktur : Soetomo
Reporter : Arry Saputra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler