Anak Buah Irjen Toni Hermanto Tangkap 7 Pengedar Narkoba Sindikat Internasional

Kamis, 24 November 2022 – 21:55 WIB
Tim Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya menunjukkan pengedar narkoba sindikat jaringan internasional dengan barang bukti sabu-sabu seberat 36 kilogram di Surabaya, Rabu (23/11/2022). (ANTARA/Didik Suhartono)

jpnn.com, SURABAYA - Anak buah Kapolda Jatim Irjen Toni Hermanto bersama Polrestabes Surabaya menangkap tujuh anggota sindikat pengedar narkoba jaringan internasional dari berbagai daerah di Indonesia saat melakukan pengiriman di Surabaya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim Kombes Arie Ardian Rishadi menyebut pelaku mengirim narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut dan darat melewat Sumatra hingga ke Surabaya.

BACA JUGA: Hotman Paris Ungkap Pernyataan Irjen Teddy soal Narkoba di Rumah AKBP Dody

"Sedangkan dari Laos dikirim melalui perusahaan jasa ekspedisi menggunakan pesawat terbang tujuan Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jatim," Kata Kombes Arie di Surabaya, Kamis (24/11).

Ketujuh pengedar narkoba sindikat internasional itu ialah SU, SDC, HK, MR, A, ES, dan MRI.

BACA JUGA: 2 Pengedar Narkoba Lintas Negara Dibekuk Polisi Salah Satunya Ditembak di Kaki

Adapun barang bukti berupa narkoba yang disita polisi berupa sabu-sabu seberat 36 kilogram dan 15.056 butir pil ekstasi.

"Kami sudah beberapa kali melakukan penangkapan pengiriman langsung dari Laos. Ini sudah yang kedua kalinya. Penangkapan yang pertama belum lama, sekitar tiga bulan yang lalu," ucap Arie.

BACA JUGA: Dahlan Iskan Menulis Tips Membangun Rumah Tahan Gempa, Ini Penting

Perwira menengah Polri itu mengatakan operasi penangkapan ketujuh pengedar narkoba itu berlangsung selama dua bulan.

Operasi penangkapan dilakukan aparat Polda Jatim bekerja sama dengan tim dari Polrestabes Surabaya.

"Kami akan terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap keterlibatan para pelaku lainnya dari jaringan pengedar narkoba internasional ini," tegasnya.

Kapolda Jatim Irjen Toni Hermanto sebelumnya mengatakan sindikat jaringan internasional itu diduga berasal dari negara Laos dan Malaysia.

"Barangnya dipasok dari China," kata mantan Kapolda Sumsel itu.

Toni menyebut di Indonesia, narkoba yang dikirim dari Laos dan Malaysia itu selanjutnya didistribusikan dari Kota Surabaya dan Jakarta. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler