Anak Tewas Dianiaya Ayah Kandung di Penjaringan, Sahroni Minta Pelaku Dihukum Maksimal

Jumat, 15 Desember 2023 – 20:12 WIB
Wakil Ketua Komisi III DRPR RI Ahmad Sahroni. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta pria berinisial U (49) yang menganiaya anak kandungnya yang berusia 9 tahun hingga bocah itu tewas, diberi hukuman maksimal.

Kasus anak tewas dianiaya ayah kandung di kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, itu terungkap pada Rabu (13/12), setelah video rekaman CCTV yang merekam aksi pelaku, viral di media sosial.

BACA JUGA: Anak 9 Tahun di Penjaringan Tewas Dianiaya Ayah Kandung

Suasana di tempat tinggal K (9) alias Awan di Jakarta Utara, Rabu (13/12/2023). Foto: ANTARA/Abdu Faisal

Pelaku yang seorang pencandu narkoba itu sudah ditangkap polisi dari Polsek Penjaringan.

BACA JUGA: Muhyani Jadi Tersangka setelah Menusuk Maling Demi Membela Diri, Sahroni: Bebaskan!

Menurut Sahroni, tindakan pelaku tidak bisa dikategorikan sebagai penganiayaan biasa, tetapi itu sudah kategori pembunuhan.

Sahroni pun menyoroti fenomena akhir-akhir ini di mana banyak orang tua bertindak di luar nalar kemanusiaan kepada anaknya. Ada ayah memerkosa anak, menganiaya, bahkan membunuh buah hati mereka.

BACA JUGA: Penipuan Online Rp 4,6 Miliar Bermodus Jualan Daster Terungkap, Nih Pelakunya

"Karena itu, saya minta dalam kasus ini, polisi langsung menjerat pelaku dengan hukuman berat. Jangan pakai (pasal) penganiayaan, pembunuhan sekalian,” kata Sahroni dikutip dari siaran persnya, Jumat (15/12).

Politikus kelahiran Tanjung Priok, Jakarta Utara itu tidak ingin karena pelaku tengah mengonsumsi narkoba, menjadi alasan untuk tidak menjeratnya dengan pasal pembunuhan.

Sebab, bagaimanapun situasinya, kata Sahroni, nyawa anak tersebut tidak bisa kembali lagi.

"Maka pelaku harus menanggung semua perbuatannya di hadapan hukum. Jerat pasal berlapis, pembunuhan dan narkotika,” tuturnya.

Sahroni juga mengatakan karena kasus kriminal orang tua terhadap anak sedang meningkat, dia ingin aparat penegak hukum lebih peka dalam menerima laporan-laporan masyarakat.

"Saya juga ingin Polri lebih responsif menangani aduan masyarakat soal kekerasan-kekerasan seperti ini. Kalau bisa harus kita cegah yang begini-begini,” ujar Sahroni.(fat/jpnn.com)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler