Anak Usaha Pertamina Kebut 3 Proyek PLTP

Jumat, 17 Juni 2016 – 13:38 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - JAKARTA – PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) terus mengebut pembangunan tiga proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTP) berkapasitas 165 MW sesuai proyeksi.

Bahkan diupayakan bisa dipercepat. Tiga PLTP tersebut adalah PLTP unit tiga di Ulubelu Lampung 55 MW, PLTP Lahendong unit 5 di Sulawesi Utara 55 MW, dan unit satu PLTP Karaha di Jawa Barat 55 MW.

BACA JUGA: Ribuan Koperasi Segera Dibekukan

Proyek Ulubelu unit tiga dijadwalkan mulai beroperasi Agustus 2016 sesuai target rencana tanggal operasi komersial (commercial operation date/COD).

Sementara proyek Lahendong unit Lima dijadwalkan mulai beroperasi Desember 2016. Sedangkan PGE juga mulai mengoperasikan proyek Karaha Unit 1 pada Desember 2016 sesuai dengan target dalam COD.

BACA JUGA: Ipotku, Gaya Modern Menabung Mudah dan Menguntungkan

“Total tambahan kapasitas terpasang dari proyek-proyek panas bumi PGE dalam pengembangan di atas 160 MW. Saat ini kapasitas terpasang PLTP yang dikelola PGE sebesar 437 MW,”kata Sekretaris Perusahaan PGE Tafif Azimudin di Jakarta kemarin.

PGE juga telah menuntaskan pengeboran untuk sumur di PLTP yang akan on streaming. Masing-masing dua pengeboran eksplorasi sumur pada proyek Ulubelu unit 3, pengeboran eksplorasi 2 sumur di Lahendong unit 5, dan pengeboran KURS tiga sumur pada proyek Karaha unit 1.

BACA JUGA: Subsidi Mampet, PLN Minta Bantuan ESDM

Pengoperasian (on streaming) PLTP diproyeksikan meningkatkan produksi listrik panas bumi Pertamina. Sepanjang 2015, produksi panas bumi Pertamina sebesar 3.056,82 GWH, naik dibandingkan 2014 sebesar 2.831,40 GWH dan dan 2013 sebesar 2.961,85 GWH.

Berdasarkan data Pertamina, hingga kuartal I 2016, produksi panas bumi Pertamina mencapai 761,51 GWH atau naik 6,3 persen pada kuartal I 2016 dibandingkan periode sama tahun lalu.

Peningkatan produksi ini juga terkait dengan biaya operasi yang terus turun. Sepanjang Januari-April 2016, biaya operasi turun menjadi USD 3,1 dolar per ton dibandingkan sepanjang 2015 sebesar USD 3,7 per ton atau 2014 sebesar USD 3,4 ton dan 2013 sebesar USD 3,5 per ton. (lum/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Produsen Otomotif Tiongkok Jajaki Peluang di Indonesia


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler