Aneh, 2 Hari Sekali Makan Bangkai

Minggu, 11 Oktober 2009 – 05:56 WIB

KUALA -- Berbeda dengan Sumanto yang suka memakan tubuh manusia yang telah meninggal, Lagu Singgarimbun alias  Pak Musik alias wak Balon (52) 'hanya' hobi memakan bangkai hewan dan kotoran manusiaWarga Langkat, Sumut, tepatnya dari Dusun Sepirak, Desa Besadi, Kecamatan Kuala itu mengaku sudah 28 tahun menjalani hidup aneh itu

BACA JUGA: Korban Tewas Mencapai 807 Orang

Dia mengaku, setidaknya dalam dua hari sekali, dia menyantap bangkai.

Rupanya warga di sekitaran itu telah lama mengetahui kelakuan aneh Pak Musik
Kemarin Pos Metro Medan (grupnya JPNN) bertandang ke rumahnya

BACA JUGA: Keluarga Korban Ditraining Konstruksi

Semula, dia sedang asyik duduk menyandar di dinding warung dekt rumahnya, sambil menyulut rokok
Dia tidak mengenakan baju dan hanya memakai kain sarung warna hijau

BACA JUGA: Prioritaskan Penyelamatan Nyawa!

Setelah memperkenalkan diri dan memberitahu maksud kedatangan JPNN, ayah lima orang anak inipun sempat terdiam sejenak namun belakangan mengajak tamunya ke ke rumahnya

"Ya udahKita ke rumah aja biar enak ceritanya," katanya sambil beranjak dari duduk"Beginilah rumah kitaDi dalam dan di luar, sama aja," ujar Pak Musik berbasa-basi sambil mengembangkan tikar plastik di terasSetelah mempersilahkan duduk, sesekali dia menatap tajam ke arah wartawan ini"Kalau masalah itu, barusan saja saya makan bangkai dipingir sungai, ini tangan saya masih berbekas (maksudnya bekas bangkai-red)," ungkapnya sambil membuka telapak tangan kanannya.

Meski rutin mengkonsumsi bangkai ternak atau binatang, tapi Pak Musik mengaku tidak pernah ada masalah dengan kesehatannyaBahkan menurutnya, bangkai yang disantapnya merupakan obat bagi tubuhnya"Selama saya memakan bangkai itu, tak pernah sekalipun perut saya sakitArtinya kesehatan saya tidak pernah terganggu, begitu juga ketika memakan kotoran manusia, saya tetap sehat-sehat aja, malah bertambah sehat rasanya," ujarnya enteng.

Dia mengaku bangkai hewan apa saja yang pernah disantapnya, mulai dari bangkai ayam, ikan busuk dan bangkai-bangkai hewan lainya"Kalau saya sebutkan satu satu, mungkin terlalu banyak," ujarnyaTapi yang pasti, lanjutnya, yang sering disantap bangkai ayam yang sudah banyak belatungnya"Rasanya enak kok kalau dimakan pakai nasi," jelas Pak Musik seraya mengaku terkadang memakan ayam bangkai tadi dengan bulu-bulunya."

Dia sendiri mengakui kebiasannya itu tergolong anehKarenanya, saat memakan bangkai dan kotoran manusia, tapi tak sekalipun dilakukannya di hadapan orang, termasuk anggota keluarganyaKatanya, kasihan sama anak dan istri saya, yang bisa tidak bisa makan lantaran melihat adegan ituSaat makan bangkai atau kotoran manusia, dilakukan di pinggir sungai atau kebun agar tidak dilihat oleh merekaDikatakan, bangkai-bangkai biasanya disantap dengan nasi putih.

Dia tampak keberatan saat ditanya latar belakang yang membuatnya berperilaku aneh ituSambil membetulkan letak kainnya, ia mengatakan, "Nggak usah cerita masa lalu sayaKarena yang ingin diketahui, kan cuma saya makan bangkaiKan itu saja?" dia sempat bekerja layaknya orang-orang normal lainnyaNamun akhirnya, dia mau membuka cerita masa lalunya

Pria yang telah separuh beruban ini, pernah menjadi pekerja seorang penguasa sukses yang punya puluhan angkutan umumCerita dia, pada suatu hari, ada sebuah barang berharga milik si pengusaha diklaim hilangTanpa punya dasar dan bukti yang kuat, Pak Musik dicurigai sebagai pelakunyaKecurigaan pengusaha itu, karena mendengar bisikan rekannya yang kayaPadahal belakangan diketahui, rekannya itulah yang sebenarnya mencuri barang berharga tersebutMeski dia sudah bersumpah berulang kali, tuduhan tetap idak berubah

Dia bahkan sudah memberitahukan kepada si pengusaha bahwa pencurinya adalah  empat orang yang sebelumnya dianggap Pak Musik sebagai sahabat baiknyaTapi pengusaha itu tidak yakin atas pengakuan Pak MusikAlasannya, orang yang dituduhkan tadi banyak duit"Sejak saat itu, saya berhenti bekerja,' ceritanya.

Namun, selang beberapa bulan kemudian, Pak Musik dipanggil lagi oleh si pengusaha yang megaku telah mengetahui siapa sebenarnya orang yang mencuri asetnyaKarena sudah telanjur sakit hati, Pak Musik tidak mau lagi bekerjaTerlebih, "saya ingat betul dengan kata-kata sohib si pengusaha yang mengatakan, saya orang miskin tidak ada gunanya hidup kalau tidak punya ilmu.'

Terngiang kalimat sahabatnya itulah, Pak Musik berjanji dalam hati, suatu hari nanti, dia akan berguna bagi orang lainSewaktu mengucapkan ikrar itu, di situlah Pak Musik mengambil sepotong daging ayam goreng yang telah busuk lalu memakannyaSejak saat itu, memakan daging busuk atau bangkai, tak lagi menjadi masalah baginya"Kalau makan bangkai, setidaknya dua hari sekalilah," imbuhnya tersenyum.

Pria yang hanya sekolah hingga kelas 3 SD itu pun cerita, kampung orang tuanya di Kuta Buluh Semole, Tanah Karo, sedangkan Pak Musik sendiri kelahiran Padang Bulan, Medandia anak kelima dari delapan bersaudaraSejak tidak bersekolah lagi, Pak Musik hidup dan dibesarkan dari satu kampung ke kampung lainnyaBahkan mulai hidup berpindah-pindah dari kota yang satu ke kota lain(darwis/jhonson/sam/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masuki Fase Pemulihan, Ekonomi Bangkit


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler