Anies Bisa Kalahkan Joko Widodo di Pilpres, Ini Alasannya

Kamis, 26 Oktober 2017 – 14:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno menemui Presiden Ke-3 RI BJ Habibie di kediamannya di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/10). Foto: Fathan Sinaga/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei Media Survei Nasional (Median) yang dirilis 2 Oktober lalu menunjukkan elektabilitas Joko Widodo hanya mencapai 36,2 persen.

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political studies (IPS) Faris Thalib, meski dalam survei Jokowi berada di urutan pertama dan mampu mengalahkan elektabilitas Prabowo Subianto (23,2 persen), namun persentase elektabilitas di bawah 40 persen sangat tidak baik bagi tokoh yang saat ini masih menjabat presiden.

BACA JUGA: Jokowi: Semuanya Harus Bersih, Itu yang Saya Perintahkan

"Saya kira itu artinya tidak cukup kuat dan lemah sebagai seorang yang masih menjabat presiden. Jadi berpeluang bisa dikalahkan kandidat lain, termasuk Anies Baswedan," ujar Faris kepada JPNN, Kamis (26/10).

Faris kemudian merujuk beberapa fakta yang muncul akhir-akhir ini. Antara lain, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan cukup menyita perhatian publik.

BACA JUGA: Anies Baswedan Minta Tidak Didesak soal Penutupan Alexis

"Anies mampu mengalahkan Ahok. Kemudian program-program yang dikemukakan beberapa waktu lalu juga dinilai berpihak pada rakyat tidak mampu," ucapnya.

Selain itu, Anies yang berpasangan dengan Sandiaga Uno, juga didorong oleh dua partai besar untuk maju di Pilgub DKI, yaitu Gerindra dan PKS. Serta yang tidak kalah penting, bersatunya kekuatan Islam untuk memenangkan Anies-Sandi.

BACA JUGA: Prabowo: Dari dulu Saya Nyapres Demi Bangsa Indonesia

"Anies juga punya hubungan baik dengan kalangan Islam. Baik yang keras, moderat, hingga sekuler. Sementara di saat yang sama Jokowi terkesan mengambil jarak bahkan cenderung bersifat antipati terhadap kondisi kebatinan umat Islam," kata Faris.

Meski demikian Faris menegaskan, politik sangat dinamis. Karena itu belum bisa dipastikan apakah Anies nantinya maju jadi calon presiden atau tidak.

"Kalau dia (Anies) mengikuti nafsu kekuasaan, dengan elektabilitas yang diperoleh dan ekspektasi yang besar dari umat Islam, maka bisa saja jadi pertimbangan sebagai modal untuk mengikuti jejak Jokowi," pungkas Faris. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Prabowo Desak Anies Bereskan Aset-Aset Bermasalah


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler