Anies Geram Usai Mendengar Curhat Warga Soal Pendidikan

Selasa, 17 Januari 2017 – 22:32 WIB
Anies Baswedan berkampanye di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Foto: Ist

jpnn.com - jpnn.com - Yayat terpaksa melihat anaknya putus sekolah. Pasalnya, warga Jalan Citrun, Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu tak mampu membayar biayanya.

Hal tersebut diungkapkannya kepada calon gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan yang berkampanye di wilayah tersebut, Selasa (17/1).

BACA JUGA: Hina Profesi Dosen, Ahok Sama Saja Merendahkan Djarot

"Anak saya yang pertama harus putus sekolah pak, karena ngalah sama adiknya yang juga mau masuk sekolah," ujarnya.

Anak pertama Yayat berencana melanjutkan sekolah ke SMK. Lantaran keterbatasan finansial dan anaknya yang lain akan masuk SMP, si sulung pun mengalah dan tak melanjutkan pendidikan formalnya.

BACA JUGA: Jurus Anies Mengentaskan Ketimpangan Pendidikan

Kondisi Yayat diperparah pihak sekolah yang hingga kini menahan ijazah SMP anak pertamanya dengan alasan menunggak iuran.

"Katanya (ijazah) baru dikasih, kalau sudah bayar tunggakannya," lanjutnya.

BACA JUGA: Ini Penyebab Warga Ogah Pilih Ahok Versi Survei LSI

Anies terlihat geram mendengar cerita Yayat. Sebab, pihak sekolah sepatutnya tak menahan ijazah peserta didik.

"Itu jelas sekolahnya melanggar kalau sampai menahan ijazah. Nanti kami akan siapkan advokasi untuk ibu," janjinya pada kesempatan sama.

Mantan Mendikbud ini menilai, sekolah mungkin akan panik jika wali murid tidak membayar SPP. Karena pihak sekolah, khususnya swasta, akan kebingungan menggaji guru serta membayar beberapa kebutuhan penunjang, seperti air dan listrik.

"Di sini perlu ada keseimbangan, agar biaya pendidikan di swasta tidak terlalu mahal dan dapat dijangkau oleh semua warga miskin," terang Anies.

Adapun solusi yang ditawarkannya dalam menyelesaikan masalah tersebut, memberikan bantuan kepada para siswa melalui KJP Plus, yang bisa didapatkan anak yang masih aktif ataupun putus sekolah.

Kedua, memanggil semua pemangku lembaga pendidikan, termasuk pengelola sekolah swasta. Nantinya, lembaga pendidikan bakal diberikan bantuan oleh pemerintah untuk menekan biaya pendidikan.

"Kami masih akan mencari solusi untuk menurunkan biaya pendidikan bagi warga miskin," ungkapnya. (prs/rmol)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Stafsus Jokowi Kunjungi Sekolah Indonesia di Sabah


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler