Anies Minta Warga Jakarta Menahan 'Sakit' Akibat Pembangunan

Rabu, 04 Desember 2019 – 05:58 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto : Humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta/ Antara/HO

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan kemacetan yang terjadi di beberapa ruas Jakarta karena pembangunan adalah proses growing pain atau rasa sakit yang harus dilalui untuk tumbuh.

Anies yang ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta mengatakan bahwa setiap pembangunan memiliki fase untuk menunggu dan mengalami dampak yang negatif seperti macet.

BACA JUGA: Gubernur Anies: Membangun Manusia Itu Lewat Konten, Bukan Infrastruktur

"Sebetulnya begini soal bahwa sebuah kawasan mengalami kemacetan karena proses pembangunan itu proses growing pain. Yang namanya tumbuh pasti ada fase dimana itu karena ada kegiatan pembangunan," kata Anies, Selasa (3/12). 

Anies percaya setiap pembangunan akan melewati fase sakit, tetapi nantinya akan berbuah manis saat pengerjaan selesai dilakukan. Dia optimis kawasan Kuningan dan kawasan Kemang akan menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat di Ibu Kota usai pembangunan dilaksanakan.

BACA JUGA: Setelah Persulit GrabWheels, Anak Buah Anies Sekarang Sikat Odong-Odong

"Tapi sesudah pembangunan itu selesai maka Insyaallah itu akan jadi tempat yang leluasa. Tempat yang nyaman untuk kegiatan. Begitu Juga nanti juga dengan Kuningan," ucap dia.

Selain itu, Anies juga menyinggung kemacetan Kuningan karena pembangunan proyek LRT Jabodetabek. Anies mengakui bahwa kemacetan terjadi karena pengerjaan di dasar.

BACA JUGA: Anak Buah Anies Sikat Odong-Odong demi Melindungi Bisnis Angkot

Namun Anies memastikan bahwa kemacetan akan berkurang saat pengerjaan trase mulai dilakukan di atas.

"Kuningan saat ini sedang dalam proses finalisasi LRT. Nanti ketika kegiatan di tanah sudah selesai tapi kegiatannya lebih banyak di-elevated maka trotoar akan segera dikerjakan," ujar dia.

"Sehingga trotoar tersebut dikerjakan karena orang sudah mulai bekerja di atas. Pemasangan relnya, pemasangan sinyal sudah di tidak ada lagi pekerjaan yang bawah," ucap Anies.

Anies mengatakan bahwa proyek ini sudah dikoordinasikan dengan pihak pemerintah pusat serta menegaskan bahwa porsi DKI dalam proyek ini adalah dalam pengerjaan trase bagi pejalan kaki.

"Saya komunikasi intensif dengan pak Menteri PUPR, khusus tentang ini. Karena pengerjaannya akan dilakukan oleh kontraktor yang membangun LRT. Tetapi, rancangannya dan kemudian trase-nya DKI yang menentukan, jadi untuk pejalan kaki," kata Anies menambahkan. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler