Anjing Liar Serang Hewan Ternak, Warga Waswas

Rabu, 27 Maret 2019 – 23:35 WIB
BIKIN WAS-WAS: Salah satu warga Sente, Dawan tunjukkan hewan ternak miliknya yang sempat diterkam anjing liar. Foto: Made Ayu Pitri Arisanti/Radar Bali/JPNN.com

jpnn.com, KLUNGKUNG - Warga di Dusun Sente, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung, Provinsi Bali dibuat resah. Keresahan warga ini menyusul dengan serangan anjing liar yang beranak pinak di sekitar kawasan TOSS Sente.

Anjing-anjing liar itu banyak yang memakan hewan ternak warga seperti unggas, babi dan bahkan anak sapi.

BACA JUGA: Anjing Liar Keluar Hutan, Puluhan Kambing Mati Mengenaskan

Hal itu dibenarkan Nyoman Surati, 50. Salah seorang warga Dusun Sente ini, megatakan akibat serangan anjing liar, dua dari empat anak babi atau kucit miliknya diterkam anjing liar.

Beruntung saat anjing liar menyerang hewan ternaknya, Surati dan suaminya mengetahui sehingga bisa menyelamatkan anak babi miliknya.

BACA JUGA: Masih Saja Ada Hewan Ternak Berkeliaran di Jalan

“Saya malah mau diserang. Untung suami saya segera datang sehingga saya tidak sampai digigit,” ungkapnya seperti dilansir Radar Bali (Jawa Pos Group), Rabu (27/3).

Atas kejadian itu, pihaknya pun melapor ke Kepala Dusun Sente, Nengah Sutaryajana.

BACA JUGA: Anjing Liar dan Galak Boleh Langsung Ditembak

Tidak hanya itu, pihaknya juga mencoba mengeliminasi anjing liar tersebut dengan membubuhi racun pada sate yang akan diberikan kepada anjing-anjing liar itu.

“Suami saya bawa sate yang sudah berisi racun itu ke bukit dekat TPA Sente. Biasanya mereka bersembunyi di sana. Ada tiga anjing liar yang mati setelah memakan sate itu,” katanya.

Meski telah berhasil mengeliminasi tiga dari empat anjing liar yang memangsa anak babinya, ia mengaku masih waswas.

Sementara itu, Kepala Dusun Sente, Nengah Sutaryajana memperkirakan jika anjing liar di kawasan TOSS Sente mencapai 50 ekor lebih.

Untuk itu sebagai upaya dengan berkembangbiaknya anjing liar, pihaknya juga berupaya menekan perkembangbiakan anjing liar dengan mengeliminasi.

“Dua minggu lalu sudah dilakukan eliminasi dengan menggunakan racun. Rencananya awal bulan April mendatang kembali dilakukan eliminasi,” kata Sutaryajana.(rb/pra/ayu/mus/JPR)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ngeri Banget, Anjing Liar Jadi Brutal Akibat Kekeringan


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler