Antasari Sempat Terlihat Tegang

Rabu, 16 Desember 2009 – 06:11 WIB
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar memberikan kesaksian dalam sidang Wiliardi Wizar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin (15/12). (foto:Mustafa Ramli/Jawa Pos)

REKAMAN pembicaraan menjadi salah satu senjata jaksa untuk membuktikan Antasari Azhar terlibat dalam kasus pembunuhan Nasrudin ZulkarnaenSayangnya, rekaman yang diputar kemarin, tidak menunjukkan secara jelas motif dan perencanaan pembunuhan

BACA JUGA: Pemeriksaan Susno Tunggu Pulang dari LN

Padahal Antasari sempat terlihat tegang di awal-awal pemutaran rekaman berdurasi 18 menit dan 1,5 jam itu.

Dengan menatap langit-langit ruang sidang PN Jaksel, Antasari terlihat serius mencermati rekaman pembicaraannya dengan Rani yang diputar pertama
Sesekali dia berbisik dengan Juniver Girsang, kuasa hukumnya, yang duduk persis di samping kirinya.

Namun tidak ada yang menghebohkan dari pemutaran rekaman itu

BACA JUGA: Tekan Jumlah Pejabat Masuk Bui

Suara yang tidak jelas menjadi penyebabnya
Bahkan para jurnalis yang meliput sempat kebingungan

BACA JUGA: Terapkan Perda Bermasalah, DBH Disunat

Ketua majelis hakim yang diketuai Herri Swantoro bahkan sempat menanyakan apakah jaksa akan memutar semua rekaman pembicaraan itu.

Lantas, bagaimana sebenarnya rekaman yang diputar bersamaan saat jaksa menghadirkan saksi ahli IT Ruby Alamsyah itu" Dalam rekaman antara Antasari dan Rani di kamar 803 Hotel Gran Mahakam, hanya beberapa kalimat yang terdengar dengan jelas.

Kalimat-kalimat itu misalnya, "Bapak main golf lagi dong." Kemudian ada, "Bapak, saya kan marketing." Selain itu juga ada, "Jangan ngambek dong." Selebihnya, pembicaraan tidak jelasSesekali, Rani yang suaranya lebih dominan, terdengar tertawaDalam rekaman itu, terdengar kesan Rani yang bersikap manja kepada Antasari.

Menurut Ruby, dalam rekaman yang telah didengar utuh dan sudah ditranskipkan olehnya, awalnya Antasari dan Rani terlibat pembicaraan mengenai keanggotaan menjadi member di Modernland Golf, Tangerang"Ujung-ujungnya ada kata-kata "buka?Tapi saya tidak bisa menerjemahkan," ungkap Ruby.

Dalam surat dakwaan jaksa disebutkan, dalam kasus pembunuhan Nasrudin diawali dari pertemuan Antasari dengan Rani, yang dinikahi secara siri oleh NasrudinDalam pertemuan sekitar bulan Mei 2008 itu, Antasari meminta Rani untuk berhubunganNamun hal itu tidak tergambar dari rekaman yang diputar dalam sidang kemarin.

Sementara dalam rekaman dengan Sigid, juga tidak terdengar jelasMenurut Ruby, isi pembicaraan adalah merencanakan suatu kegiatanNamun dia tidak mengatakan detil kegiatan yang dimaksud"Itu semua ada di transkip," katanya.

Dalam rekaman tersebut, suara Sigid lebih dominanPasalnya, Sigid posisi duduknya lebih dekat dengan di mana alat perekam diletakkanSementara suara Antasari terdengar jauhPembicaraan hanya terdengar jelas hanya sepenggal-penggalNamun sempat terdengar kata-kata "perampokan" dan "TKP" (tempat kejadian perkara).Namun konteks pembicaraan tidak diketahui pasti.

Menurut jaksa penuntut umum, kata-kata itu yang menunjukkan adanya perencanaan pembunuhan terhadap NasrudinAda skenario yang disiapkan, di antaranya perampokan atau mengeksekusi langsungJuniver Girsang yang dikonfirmasi usai sidang mengatakan, cerita adanya perampokan itu tidak ada kaitannyaItu setelah dia menanyakan soal itu ke Antasari"Saya tanya ke Pak AntasariKatanya, tidak nyambung itu cerita perampokan," katanya.   

Sementara terkait dengan kata-kata "jangan ngambek dong" yang diucapkan Rani, menurut Juniver, kalimat itu adalah saat Antasari diminta tanda tangan oleh Rani"Itu dipaksa, disuruh tanda tangan," terang pengacara senior itu(fal)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kelulusan CPNS Bisa Dianulir


Redaktur : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler