April, Ekspor Cina Jatuh 22,6 Persen

Selasa, 12 Mei 2009 – 18:54 WIB
EKSPOR - Potret aktivitas pengiriman kontainer di pelabuhan Cina. Foto: Chinadaily.com.
HONG KONG - Data angka ekspor Cina yang dirilis hari ini, mengindikasikan bahwa krisis ekonomi global belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan sama sekaliBahkan menurut beberapa pengamat, sebagaimana ditulis New York Times, Selasa (12/5), ada kemungkinan situasi lebih buruk masih akan datang dalam beberapa waktu ke depan.

Disebutkan, angka ekspor dari Cina daratan pada bulan April tahun ini, merosot alias jatuh hingga 22,6 persen jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu

BACA JUGA: Paus Dukung Palestina Merdeka

Data statistik resmi pemerintah Cina itu sekaligus menunjukkan fakta yang lebih parah ketimbang perkiraan para pengamat ekonomi sebelumnya
Data itu juga lebih buruk dibandingkan bulan Maret lalu, di mana penurunan angka ekspor mencapai 17,1 persen.

Data tersebut, menurut sejumlah pengamat pula, merupakan juga semacam reminder betapa perbaikan yang telah dicapai di beberapa belahan dunia nyatanya masih belum cukup untuk memberi kesimpulan ke arah yang positif

BACA JUGA: Flu Burung Pergi, Flu Babi Belum Usai, Flu Kuda Mengintai

Sekadar info, perekonomian Cina sendiri sebenarnya dipandang relatif 'sehat' dibanding sejumlah negara besar lain, terutama berkat paket besar belanja negara dan stimulus yang diumumkan pemerintahnya November tahun lalu.

Data terbaru lainnya dari Cina sesungguhnya menunjukkan perkembangan cukup positif
Antara lain misalnya dalam hal aktivitas produksi yang perlahan namun pasti sudah membaik, yang membuat sejumlah ekonom di dunia perbankan Barat menaikkan perkiraan mereka akan angka pertumbuhan (ekonomi) Cina sepanjang tahun ini.

Meski begitu, sejumlah analis lainnya tetap merasa bahwa perbaikan ekonomi global yang signifikan masih jauh dari harapan, khususnya tidak dalam beberapa bulan mendatang

BACA JUGA: Renangi Danau, Warga AS Ditangkap Dekat Rumah Suu Kyi

Indikasinya, permintaan (pasar) AS dan Eropa khususnya yang belum akan kembali pulih (ke angka sebelumnya, Red) dalam beberapa waktu ke depan, yang berarti juga bahwa negara Asia seperti Cina yang bergantung pada ekspor bakal mengalami aktivitas pengiriman barang relatif rendah sepanjang 2009 ini.

"Pemulihan ekonomi Cina yang sedang berjalan terutama didorong oleh investasi aset tetap, dengan fokus pada bidang infrastrukturNamun dengan lemahnya angka ekspor yang masih menahan laju pertumbuhannya, landasan untuk perbaikan itu belumlah kuat," ungkap laporan para ekonom Merrill Lynch dari Bank of America pula(ito/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Demo Oposisi di Malaysia, Puluhan Ditangkap


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler