Arief Budiman Klaim Pilkada 2020 Berjalan Baik Meskipun Terdapat Kekurangan

Jumat, 11 Desember 2020 – 17:50 WIB
Ketua KPU Arief Budiman. Foto; Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengklaim penyelenggaraan Pilkada 2020 berjalan dengan baik meskipun terdapat kekurangan.

Menurut Arief, lembaganya telah memenuhi segala kebutuhan dan membuat regulasi yang pas agar pelaksanaan Pilkada 2020 berlangsung baik.

BACA JUGA: Kejaksaan Proses 94 Pelanggaran Pilkada Serentak 2020, Salah Satunya Anggota DPR

"Secara normatif, kami sudah melengkapi semua kebutuhan yang harus diselenggarakan untuk memenuhi prinsip-prinsip penyelenggaraan pemilu yang baik. Membuat regulasi, menjalankannya tepat waktu, membuat kepatuhan terhadap hukum," kata Arief dalam diskusi daring bertajuk 'Evaluasi Cepat Pilkada 2020' Jumat (11/12).

Arief mengatakan, kekurangan Pilkada 2020 terletak dari urusan pengiriman logistik yang terlambat, karena persoalan alam. Misalnya terjadi cuaca buruk saat pengiriman logistik menggunakan helikopter.

BACA JUGA: Uni Irma: Apa Hubungan Fadli Zon dengan FPI?

"Jadi ketika helikopter terbang, itu enggak bisa balik lagi. Kemudian sebagian dilaporkan karena adanya pengadangan atau kerusuhan, sehingga tidak bisa didistribusikan tepat waktu," ujar dia.

Selain keterlambatan mengirim logistik, kata Arief, kekurangan Pilkada 2020 berkaitan dengan kurang pahamnya penyelenggara terkait mekanisme pemungutan suara.

BACA JUGA: Sejumlah Saksi Melihat Laskar FPI Membawa Senjata Api, Siapa Mereka?

Misalnya pemilih tidak boleh menggunakan hak pilihnya berdasarkan form C pemberitahuan orang lain, tidak boleh mewakilkan hak pilihnya dengan menunjuk orang lain.

"Itu, kan, masih terjadi juga. Tentu menjadi evaluasi, bukan hanya bagi penyelenggara, saya pikir masyarakat juga perlu mendapat edukasi dalam hal ini," ujar dia.

Selain itu, kata dia, kekurangan Pilkada 2020 lainnya adalah munculnya kerumunan. Seharusnya, hal tersebut bisa diantisipasi demi mencegah penularan COVID-19.

"Nah, catatan atas kelemahan dan kekurangan di beberapa tempat tentu menjadi perhatian kami. Misalnya, penyelenggara yang melanggar aturan itu menjadi catatan kami, dan kami membangun mekanisme untuk menata, memperbaiki ini ke depan," pungkas Arief.(ast/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler