Asing Lepas Portofolio

Sabtu, 05 Juli 2014 – 10:17 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Menutup perdagangan akhir pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mendarat di zona hijau.

Kemarin IHSG berhasil naik 17,09 poin (0,35 persen) ke level 4.905,825. Sedangkan indeks kelompok 45 saham unggulan (LQ45) menanjak 3,48 poin (0,42 persen) ke posisi 829,28.
       
Frekuensi perdagangan kemarin mencapai 157.456 kali dengan volume 5,715 miliar lembar senilai Rp 5,732 triliun. IHSG menanjak di tengah aksi jual investor asing yang melakukan penjualan bersih (foreign net sell) Rp 568,4 miliar.

BACA JUGA: Juli 2014, Citilink Tambah Lima Rute Penerbangan

Sejak awal tahun hingga kini investor asing masih tercatat pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 44,150 triliun.
       
Dengan kenaikan itu, sepanjang awal tahun sampai kemarin IHSG sudah melejit 14,78 persen menempati urutan keempat tertinggi di dunia di bawah Bursa India (22,50 persen), Bursa Filipina (18,21 persen), dan Bursa Thailand (15,33 persen).

Di pasar uang, nilai tukar rupiah menguat ke Rp 11.887 per dolar Amerika Serikat (USD) dibandingkan Rp 11.963 per USD pada penutupan sebelumnya (kurs tengah BI).
       
Bursa Asia pada akhir pekan kemarin ditutup beragam. Indeks Straits Times melemah 0,90 poin (0,03 persen) ke 1.884,91. Indeks Nikkei 225 naik 88,84 poin (0,58 persen) ke 15.437,13. Indeks Hang Seng menguat 14,92 poin (0,06 persen) ke 23.546,36. Indeks Composite Shanghai drop 3,85 poin (0,19 persen) ke 2.059,38.
       
Tim riset PT Valbury Asia Securities menyatakan, stabilitas rupiah dan pandangan positif Fitch Ratings terhadap ekonomi Indonesia, serta kenaikan Wall Street menjadi sentimen positif bagi IHSG. Pemerintah Indonesia menerbitkan obligasi global medium-term notes berdenominasi euro yang mendapat peringkat BBB- (minus) dengan outlook stabil dari Fitch.
       
Fitch menyebut, profil kredit surat utang Indonesia didapatkan dari pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan stabil dibanding negara lain. Walau defisit fiskal melebar tapi tetap terkontrol didukung kepatuhan terhadap aturan yang penuh kehati-hatian.

BACA JUGA: Peruri Kebanjiran Order Cetak Uang

"Penurunan neraca transaksi berjalan sepanjang 2011 sampai 2013 membuat Indonesia rentan terhadap sentimen investor internasional dan arus modal keluar secara tiba-tiba."
       
Penilaian Fitch terhadap Indonesia menunjukan bahwa lembaga internasional itu memandang negeri ini masih sebagai negara layak investasi di tengah perlambatan ekonomi global. "Penilaian Fitch menjadi sentimen positif bagi pelaku pasar saham," sebut tim Valbury.

Di sisi lain, kekhawatiran pasar terhadap faktor kenaikan harga minyak dunia kian mereda setelah Perdana Menteri Libya Abdullah al-Thinni mengatakan pihaknya mencapai kesepakatan dengan pemberontak untuk penyerahan kembali dua terminal ekspor minyak dan mengakhiri blokade.

BACA JUGA: Asing Lepas Saham, IHSG Koreksi Tipis

Dengan penyerahan terminal tersebut, Libya dapat meningkatkan ekspor minyaknya menjadi 500 ribu barel per hari. (gen/oki)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pasar Ekspor Bioethanol Menjanjikan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler