Astaga! Kasus Corona di Padang Makin Menggila

Jumat, 01 Mei 2020 – 20:56 WIB
RSUD Rasidin Padang yang menjadi salah satu lokasi perawatan pasien COVID-19. Foto: ANTARA/Iggoy El Fitra

jpnn.com, PADANG - Jumlah warga yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona di Padang hingga Jumat (1/5) telah melampaui 100 orang yaitu 107.

"Hari ini ada delapan penambahan kasus baru dengan perincian dua orang di Lubuk Begalung, tiga orang di Padang Timur, satu orang di Padang Barat, satu orang di Pauh dan satu orang di Koto Tangah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid di Padang.

BACA JUGA: Dalam Satu Bulan, Ada 102 Positif Corona di Sumbar, Ahli Bilang Bakal Bertambah

Dia menyampaikan hingga 1 Mei 2020 sebaran kecamatan yang terkonfirmasi COVID-19 sebanyak sepuluh kecamatan dari total sebelas kecamatan di Padang.

Sebanyak 107 kasus tersebut tersebar di 43 kelurahan dengan status meninggal 12 orang dan yang telah sembuh sebanyak 19 orang.

BACA JUGA: Corona di Pasar Raya Padang Makin Mengerikan

Menurutnya terjadinya lonjakan kasus cukup tinggi pada hari ini karena dilakukan penelusuran riwayat kontak dengan pasien yang telah positif sebelumnya dan kemudian dilakukan tes swab.

Dia juga memaparkan bahwa hingga 1 Mei 2020 di Padang terdapat 2.703 pelaku perjalanan dari daerah terjangkiti, 137 orang tanpa gejala, 36 orang dalam pengawasan, 146 pasien dalam pengawasan, positif 107 orang, meninggal 12 orang, negatif 30 orang, sembuh 19 orang, dan menunggu hasil sembilan orang.

BACA JUGA: Seorang Ibu di Padang Tertulari Corona Melalui Anaknya yang Pulang dari Jakarta

Namun, Feri mengingatkan warga yang berada di zona merah COVID-19 tidak perlu panik dan khawatir dan yang lebih penting adalah melakukan antisipasi agar tidak tertulari.

"Yang harus dipahami, corona hidup di inangnya yaitu manusia, virus ada di dalam saluran pernapasan dalam cairan, ketika ada yang batuk maka tutup mulut dengan tisu atau sapu tangan," katanya.

Kemudian yang perlu dilakukan agar tidak tertulari adalah melakukan pembatasan sosial untuk menghindari terkena droplet atau cairan dari mulut dari pasien yang positif.

"Jarak droplet itu paling kurang satu meter, jadi jarak aman dengan orang lain satu meter minimal. Tetap di rumah, kalau terpaksa harus bepergian pakai masker, kita tidak pernah tahu ada orang yang ternyata pembawa virus namun tanpa gejala," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler