Asyiknya, Disambut Mendikbud dan Wali Kota Bogor

Minggu, 24 Juli 2016 – 13:30 WIB
Tampak Mendikbud Anies Baswedan dan Wali Kota Bogor Aria Bima saat mengunjungi SDN Polisi 1 Kota Bogor pada Hari Pertama Sekolah (HPS, Senin (18/7). FOTO: Mesya Mohamad/JPNN.com

jpnn.com - Hari pertama sekolah (HPS) menjadi momen penting bagi anak-anak. Mereka tidak diantar sopir antar jemputan atau tukang ojek. Juga tidak jalan sendiri. Mereka bisa merasakan senangnya sekolah diantar orang tuanya tercinta.

MESYA MOHAMAD - Jawa Pos National Network (JPNN.com)

BACA JUGA: Suhardi Alius, Perantau yang Rajin Pulang Kampung, Keliling Desa

HANDPHONE Heni Nurliani tiba-tiba berdering. Bukan dering telepon tapi bunyi short message service (SMS).

Cepat-cepat dibuka isi pesan singkat tersebut, barangkali ada hal penting yang harus segera diketahui perempuan 45 tahun ini.

BACA JUGA: Dulunya Tenggelam, Terhempas Bencana Dahsyat, Kini Jadi ‘Surga’

Dan, ternyata benar. Isi pesan singkat yang dikirimkan sekolah (SDN Polisi 1 Kota Bogor) memang sangat penting.

Di situ tertulis, pada HPS, Senin (18/7) anak-anak diminta datang ke sekolah pukul 05.30 WIB dan harus diantar orang tua.

BACA JUGA: Memiriskan Hati, Anak-anak Berangkat Sekolah Lewat Jalan Berlumpur

Bila orang tua lainnya kaget karena disuruh datang lebih pagi, sementara jam masuk pukul 07.00, tidak demikian dengan Heni.

Pegawai negeri sipil di Setda Kota Bogor ini sudah paham kenapa harus datang ke sekolah pagi-pagi buta.

"Iya saya sudah tahu kenapa harus datang pagi-pagi dan orang tua wajib mengantarkan anak. Karena ada HPS dan akan ada kunjungan Mendikbud. Lagipula pak walikota sudah menginstruksikan seluruh PNS Kota Bogor mengantarkan anaknya di HPS sesuai SE Mendikbud," papar perempuan berkulit putih bersih ini kepada JPNN beberapa waktu lalu.

Tahu kalau SDN Polisi I Bogor akan dikunjungi Mendikbud Anies Baswedan dan Wako Bogor Bima Arya, Heni pun memberikan training singkat kepada Raka, putra semata wayangnya.

Sebagai orang tua, wajar bila Heni menginginkan Raka bisa salaman maupun foto bareng kedua pejabat tersebut.

"Saya sudah bilang ke Raka, nanti ketemu pak menteri dan pak wali kota. Raka semangat, karena anaknya memang sedari play group terbiasa mandiri dan berani," kenangnya.

Dia mengisahkan, saat mendaftar di SDN Polisi 1, Raka sendiri yang mengantarkan berkas (persyaratan administrasi) ke sekolah. Bocah enam tahun delapan bula ini hanya diantar neneknya. Bahkan saat dites masuk, Raka bercerita ke ibundanya kalau ada pertanyaan yang salah dijawab.

"Raka bilang, mama tadi aku salah jawab. Besok aku balik lagi pengen dites lagi biar bisa diterima di SDN Polisi 1,” cerita Heni yang menampakkan kebanggaan kepada putra kesayangannya itu.

Itu pulalah yang membuat Heni yakin di HPS nanti, Raka akan tampil gemilang bila berhadapan dengan Mendikbud dan wali kota. Namun, angan-angan Heni buyar. Begitu masuk gerbang SDN Polisi 1 Bogor, Raka ketakutan.

Dia heran melihat banyak orang dan kamera TV di mana-mana. Belum lagi para fotografer yang jepret sana jepret sini.

Heni menunjukkan ke Raka, "itu loh nak, Pak menteri dan pak wali kota. Salaman yuk nak." Yang diajak malah menangis dan bersembunyi di balik tubuh sang bunda.

Tahu anaknya ketakutan, Heni pun membawa putranya masuk ke ruang kelas. Kebetulan Menteri Anies dan Wako Bima Arya juga masuk ke ruang kelas Raka.

Bocah kecil mungil ini semakin takut, dia tidak ingin melepaskan diri dari ibundanya. Pegangannya makin kuat ketika Menteri Anies dan Wako Bima mendekati. Tangisnya pun pecah, Raka minta pulang.

‎Namun dengan luwesnya Anies membujuk Raka, seolah memberikan ketenangan. Mantan Rektor Paramadina ini mengajak Raka ngobrol. Demikian Wako Bima.

Sikap dua pejabat negara ini mengundang perhatian orang tua murid lainnya. Banyak di antaranya yang minta foto bareng kedua pejabat ganteng tersebut.

Sebelum melayani permintaan para ibu, Menteri Anies mengajak Raka foto. Tak perlu menunggu lama, Heni dengan sukacita menuntun Raka.
 
"Tuh nak, kita bisa foto bareng pak menteri. Enak kan disambut pak menteri dan pak wali kota," ujarnya.

‎Kepada Anies dan Bima, Heni menceritakan, dari rumah anaknya ingin salaman serta foto bareng. Namun begitu melihat banyak yang datang, Raka menjadi grogi dan ketakutan.

Mendengar itu, Wako Bima memerintahkan Heni untuk mendampingi anaknya hingga pulang sekolah. Heni pun gembira bukan kepalang.

"HPS bukan hanya menggembirakan anak saja, tapi juga orang tua," ujarnya sambil berharap, gerakan mengantar anak saat HPS tetap dilakukan meski berganti pemerintah.(esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Merinding! Sesajen Dilempar ke Kawah saat Bromo Erupsi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler