Atap Ambruk, Siswa Dilarang Masuk Kelas

Minggu, 24 November 2013 – 07:54 WIB

jpnn.com - PURWAKARTA-Siswa SMKN 1 Purwakarta dihimbau agar tidak menggunakan ruang kelas yang atapnya ambruk. Pihak sekolah sendiri sudah melaporkan ambruknya atap bangunan kelas ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Purwakarta.

Kepala SMKN 1 Purwakarta, Heri Haryadi mengatakan, untuk semua aktivitas di ruang kelas yang ambruk sudah dihentikan. Ruang kelas ambruk yang merupakan kelas teori tersebut masih dalam kontrol Disdikpora.

BACA JUGA: Gagas Mataram Jadi Ikon Perlindungan TKI

"Sarankan untuk pelajar ruangan tersebut tidak digunakan agar tidak merambat ke ruang lain. Pa Kabid Dikmen sudah datang jadi permasalahannya sekrang dikembalikan ke Disdikpora," kata Heri kepada Pasundan Ekspres (JPNN Group).

Kepala sekolah dan pihak jajaran guru tidak tahu persis siapa yang mengerjakan proyek tersebut. Pasalnya, proyek bernilai ratusan juta tersebut ditenderkan oleh Disdikpora dan pihak sekolah hanya menerima kunci saja. "Pemborongnya siapa tidak tahu, saya baru Agustus menjabat kepala sekolah jadi tidak tahu persis pemborongnya," katanya.

BACA JUGA: Ridwan Kamil Minta Anggaran Kebudayaan Ditambah

Ia pun sudah menghimbau kepada para guru untuk tidak memakai lagi ruangan tersebut. Karena khawatir akan ada kejadian serupa yang bisa mencelakakan pelajar juga jajaran guru. Kelas yang ambruk sebetulnya ruang kelas baru, tepatnya dibangun setahun lalu. Dan baru diisi peralatan sekolah sejak Agustus tahun ini, jadi baru beberapa bulan saja kegiatan belajar di ruang kelas tersebut.

"Agar tidak digunakan untuk pembelajaran, baru kita gunakan sebulan tidak ada kursinya, baru selesai sebulan yang lalu difasilitasi, dipakai retak dikit dalam waktu menit langsung ambruk. Harus dibetulkan," paparnya.

BACA JUGA: Semburan Sinabung Sampai Medan

Sebelumnya, saat kejadian beruntung tidak ada aktifitas belajar mengajar di dalamnya. Atap bangunan ambruk diduga karena proyek dikerjakan asal-asalan oleh pemborong. Bangunan kelas yang baru selesai setahun lebih tersebut menggunakan atap dari kerangka besi. Dan pengerjaan sendiri dilakukan oleh Disdikpora Purwakarta. engerjaan selesai sekitar bulan Juni-Juli 2012 lalu, sedianya bangunan digunakan untuk ruang belajar.

Terkait hal itu Wakil Ketua Litbang SMKN 1 Purwakarta Heri Haerudin pengerjaan proyek oleh Disdikpora melalui lelang.
"Sudah satu tahun, tahun 2012 bulan Juni-Juli. Itu kan dilelang di Dinas tidak tahu anggarannya, tidak tahu siapa-siapanya. Membuat kerangka plafonnya yang tahu persis Dinas Pendidikan," ungkapnya.

Sebelum ambruk sendiri, pihak sekolah sudah melihat bangunan atap sudah mulai retak-retak pada minggu lalu. Tepatnya dibagian tepi atap ruangan hampir semuanya retak. Namun karena kelas tersebut digunakan sewaktu-waktu saja pihak sekolah membiarkan kondisi tersebut. Dan hingga kejadian ambruk pihak sekolah belum melakukan pemberesan.

Bangunan ambruk dibiarkan begitu saja tanpa ada larangan masuk ruangan tersebut. "Kalau retaknya sudah hampir seminggu, sudah ada tanda-tanda retak. Sepertinya kurang layak, kualitas besinya bisa dilihat seperti apa. Besi holonya terlalu tipis, untuk gantungan kerangkanya terlalu tipis," paparnya.

Bangunan yang atapnya ambruk sendiri berada di tengah-tengah bangunan kelas lain. Beruntung yang ambruk hanya kelas tersebut dan tidak merambat ke kelas yang lain. Untuk selanjutnya, rencanaya akan ada pemeriksaan dari pihak sekolah dan Disdikpora.

"Yang enam bangunan kelas, rencnanaya akan dicek kondisinya seperti apa. Pinggirnya retak. Jaminan pemeliharaannya belum tahu kalau saya tahu satu tahun. Sudah tidak ada ruang kelasnya, sudah seminggu retak pinggirnya, rencana nya kalau perlu diperbaiki. Saya tidak tahu aturannya di dalam MoU dinas itu menjamin perawatannya atau tidak," pungkasnya.(sei/lsm)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penduduk Meledak, Lahan Habis


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler