Atur Jumlah Penduduk, Perlu Grand Design Kependudukan

Kamis, 27 Januari 2011 – 04:24 WIB

JAKARTA – Berdasarkan hasil sensus yang dilakukan Badan Pusat Statistik 2010, jumlah penduduk Indonesia mencapai 230 juta lebihUntuk itu, pemerintah menyusun sebuah grand design kependudukan yang berfungsi untuk mengatur jumlah penduduk secara nasional dan daerah

BACA JUGA: Pembubaran Satgas Kontra Produktif

Pembahasan grand design yang baru kali pertama dibuat ini dilakukan lintas kementerian dan lembaga.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai ketua pokja pengendalian kuantitas penduduk termasuk pembangunan keluarga
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ketua pokja grand design kualitas penduduk

BACA JUGA: Refly Tuding JR Saragih Tak Konsisten

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ketua pokja pemantapan data base kependudukan.

"Kementeri an terkait harus memberikan kontribusi
Tapi, penyerasian grand design tetap diserahkan kepada BKKBN,’’ ujar Ketua BKKBN Sugiri Syarief usai rakernas pembangunan kependudukan dan keluarga berencana 2011 di Audiotorium BKKBN Jakarta, Raby (26/1).

Hadir dalam Rakernas tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri Negara PPN/ Kepala Bappenas Armida S

BACA JUGA: Terbukti Percaloan, Berkas CPNS Tidak Diproses

Alisjahbana, dan Ketua Apindo Sofyan Wanandi.

Menurutnya, grand design kependudukan ini mirip dengan rencana umum tata ruang (RUTR) di pusat dan daerahSebab, daerah juga harus membuat grand design serupa setelah tingkat pusat selesaiDiharapkan grand design sudah selesai pada Oktober mendatangSehingga pada 2012 sudah bisa diimplementasikanSedangkan November dan Desember adalah waktu untuk daerah menyusun grand design.

Menko Kesra Agung Laksono menambahkan, penyusunan grand design kependudukan tidak lepas dari sektor ekonomiNantinya grand design bisa menjadi acuan menyelesaikan masalah kependudukanSehingga ada daya dukung antarwilayah dengan penduduk

Kepala Bappenas Armida mengaskan, angka terakhir jumlah penduduk mengalami tren naikRata-rata nasional memang 1,49Tetapi detail per tahunnya tetap naikSehingga harus ada fokus yang lebih tajam lagi’’Mungkin kemarin dengan kondisi strategi 2010 maka harus direvisi ulangFokus strategi dipertajamIngin proyeksi baru2015-2025 atau lebihJuga analisis yang lebih detail di breakdown,” kata guru besar di Universitas Padjadjaran ini.

Sementara Menkes Endang Rahayu lebih menyoroti mengenai tingginya angka kematian ibuSalah satu penyebabnya adalah pernikahan usia mudaBerdasarkan hasil Riskesdas 2010, 8,4 persen penduduk usia 10-15 tahun melahirkan 5-6 anak3,4 persen usia 10-59 tahun anak lebih dari 7 orang"Kebanyakan adalah kelompok yang tinggal di desaStatus ekonomi rendahHal-hal yang tidak menguntungkan bagi keluarga untuk punya anak banyak," katanya(cdl)


BACA ARTIKEL LAINNYA... Kuota Haji Diusul 238 Ribu Jemaah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler