Avsec SMB II Palembang Gagalkan Penyelundupan 348 Slop Rokok Ilegal

Selasa, 20 Februari 2024 – 19:26 WIB
Tim gabungan amankan rokok ilegal. Foto: Cuci Hati/JPNN.

jpnn.com, PALEMBANG - Petugas Aviation Security (Avsec) terminal Kargo Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang serta petugas pengamanan Lanud Sri Mulyono Herlambang berhasil mengagalkan penyelundupan 348 slop rokok ilegal.

Danlanud Sri Mulyono Herlambang Kolonel Pnb Rizaldy E menjelaskan bahwa pengamanan rokok ilegal tersebut berdasarkan kejeliaan dan insting dari petugas Avsec SMB II Palembang.

BACA JUGA: Bea Cukai Malang dan Satpol PP Amankan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

"Awalnya petugas Asvec curiga dengan ratusan kotak paket, di paket itu tertera tulisan paket sepatu," jelas Rizaldy saat ditemui di terminal Kargo SMB II Palembang, Selasa (20/2/2024). 

Kemudian, petugas melakukan profiling lewat mesin X-Ray.

BACA JUGA: Cara Bea Cukai Cegah Peredaran Rokok Ilegal Menjelang Akhir Tahun

"Setelah dicek lewat mesin X-Ray, ternyata di dalamnya terdapat 348 slot rokok ilegal tanpa pita cukai," ungkap Rizaldy.

Rencananya kata Rizaldy, rokok ilegal dengan berbagai macam merek tersebut akan dikirim ke Solo Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pulau Jawa.

BACA JUGA: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 10.000 Slop Rokok Ilegal

"Rokok ilegal ini berasal dari Palembang dan akan dikirim paling banyak itu ke NTB," kata Rizaldy.

Rizaldy melanjutkan bahwa rokok ilegal tersebut dijual melalui market place. 

"Ini pertama kali petugas bandara menemukan rokok ilegal, mungkin pelaku baru kali ini juga mengirim barang ilegal tersebut," jelas Rizaldy.

"Kami akan menelusuri lebih lanjut siapa pengirim barang ilegal tersebut dan siapa penerimanya. Kami juga kedepan akan memperketat pengamanan di terminal Kargo Bandara SMB II Palembang, dan tentunya pihak Bea Cukai juga punya langkah-langkah komprehensif," sambung Rizaldy. 

Rizaldy mengungkap bahwa pengungkapan ini merupakan kerja sama dari berbagai pihak.

"Kami juga butuh dukungan dari masyarakat untuk mencegah kerugian negara," tutup Rizaldy. (mcr35/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Cuci Hati

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler