Awas, Sudah Ada Parpol Cari Keuntungan dari Polemik Habib Rizieq

Minggu, 22 November 2020 – 07:07 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Gelora Mahfuz Sidik. Foto: arsip jpnn.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Mahfuz Sidik mengendus upaya parpol tertentu memanfaatkan persoalan Habib Rizieq Shihab untuk kepentingan politik.

Menurut Mahfuz, semestinya tidak ada parpol yang mencoba mencari keuntungan dalam kondisi seperti saat ini.

BACA JUGA: Saran Ustaz Mahfuz Gelora soal Polemik Habib Rizieq

"Jangan memancing di air keruh, memanfaatkan situasi untuk kepentingan suara partainya. Sudah ada parpol yang membujuk HRS (Habib Rizieq, red) masuk partai," ujar Mahfuz melalui layanan pesan ke jpnn.com, Sabtu (21/11).

Mantan pimpinan Komisi Intelijen dan Luar Negeri DPR itu menambahkan, upaya parpol tertentu menarik Habib Rizieq jelas bukan jawaban atas persoalan yang ada.

BACA JUGA: Survei indEX: Habib Rizieq Bisa Bikin Elektabilitas Partai Ummat atau Masyumi Melejit

"Bukan solusi yang ditawarkan, tetapi malah siraman bensin yang makin memanaskan situasi," sambungnya.

Mahfuz menegaskan, seharusnya yang dikedepankan saat ini ialah mendorong islah. Sebab, pembelahan politik yang terjadi sejak Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 masih berlanjut sampai saat ini.

ADVERTISING
ADVERTISING

BACA JUGA: Gelora Partai Islam Nasionalis, Ustaz Mahfuz Ajak Siapa pun Bergabung demi Bawa RI Masuk 5 Besar Dunia

"Islah adalah solusi terbaik. Apa pun pangkal soalnya, islah adalah tuntunan agama untuk menyelesaikan perbedaan dan pertengkaran," tegasnya.

Ustaz Mahfuz -panggilan akrabnya- menambahkan, andai situasi pembelahan itu berakhir, situasinya tentu akan lain.

"Jika situasi pembelahan dan konflik ini sudah berakhir, saya kira HRS (habib Rizieq, red) memahami betul posisi dan kekuatannya. Jangan-jangan para pendukung HRS punya aspirasi kuat untuk membentuk partai sendiri dengan ciri khas amar makruf nahi munkarnya," pungkasnya.(ast/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

Read more...

Terpopuler