Azrul Tanjung: Bagi Kami, People Power Sudah Berakhir

Senin, 06 Mei 2019 – 04:45 WIB
Azrul Tanjung dan Muchdi Pr (tengah). Foto: Mesya/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Koordinator Nasional Garda Matahari Azrul Tanjung menyerukan dua pasangan capres – cawapres di Pilpres 2019 untuk melakukan rekonsiliasi. Hal ini penting untuk meredam berbagai aksi yang bisa merusak keamanan bangsa.

"Mari sudahi pertentangan dan perbedaan. Jangan ada lagi wacana people power yang akan dikerahkan karena ketidakpuasan terhadap hasil KPU. Bagi kami, people power itu sudah berakhir sejak 17 April di mana seluruh rakyat yang punya hak pilih menyalurkan hak suaranya di 810 ribu TPS," kata Azrul di sela-sela kegiatan Ikrar Setia Konstitusi untuk Keutuhan NKRI di Basketball Hall Gelora Bung Karno, Minggu (5/5).

BACA JUGA: Para Gus dan Lora Jatim Tolak People Power Amien Rais

Kegiatan yang dihadiri resimen Garda Matahari wilayah Jakarta ini mengusung tiga misi. Pertama, imbauan agar pendukung 01 dan 02 bersatu kembali. Kedua, jangan ada people power. Semua harus mengapresiasi KPU, Bawaslu, TNI/Polri yang telah menyukseskan Pemilu serentak 17 April.

Ketiga, meminta TNI/Polri untuk menjaga negara ini dari gerakan-gerakan yang mengganggu stabilitas negara.

BACA JUGA: Eggi Sudjana Ladeni Panggilan Polisi Hari Ini

"Mari percayakan kepada Bawaslu dan KPU untuk penetapan hasilnya. Kalau tidak puas silakan lewat jalur konstitusi. Jangan ada gerakan-gerakan yang bisa memancing kelompok lain melakukan hal sama," tegas Azrul.

BACA JUGA: Masih Mau Berkoar soal People Power? Coba Simak Kata Profesor Hukum Ini

Resimen Garda Matahari. Foto: Mesya/JPNN.com

Muchdi Purwopranjono, Dewan Penasihat Garda Matahari mengatakan, pemilu Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Seharusnya sebagai anak bangsa mengapresiasi pemilu serentak ini. Bukan malah menciptakan isu-isu yang membuat kondisi memanas.

"Sebagian besar masyarakat terpengaruh berita hoaks yang sengaja dilemparkan kubu sebelah. Kita harus punya pandangan yang sama. Soal utang sudah dijawab. Kesalahan KPU juga hanya kecil dibandingkan jumlah TPS yang ada," beber pendukung Jokowi – Ma’ruf Amin ini.

BACA JUGA: Satukan Pendukung Jokowi - Prabowo, Polres Metro Jakarta Barat Panen Pujian

Mantan Danjen Kopassus ini melanjutkan, tidak ada tugas yang sempurna. Personil KPU dipilih oleh DPR RI. Karena KPU yang pilih DPR sendiri kenapa tidak percaya dengan pilihannya. “Itu sama saja tidak percaya diri sendiri.”

"Kami mendukung TNI dan Polri untuk mengamankan negara ini dari aksi-aksi yang akan mengganggu stabilitas negara," pungkasnya. (esy/jpnn)

Simak Video Pilihan Redaksi :

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ulasan Pakar Hukum soal Ancaman Gerakan People Power


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler