BACA JUGA: Sejumlah Pertemuan Senior Officials Awali KTT ASEAN
Salah satunya adalah Kota ShanghaiPada Senin lalu (2/5), indeks polusi Shanghai berada di level 500
BACA JUGA: Harta Khadafi Rp 3,5 T Terlacak di Swiss
Itu merupakan rekor polusi tertinggi di kota yang terletak di muara Sungai Yangtze tersebut"Debu ada di mana-mana
BACA JUGA: Osama Tewas, Jenggot Dipangkas
Udara kota terlalu berbahaya untuk dihirup langsungJarak pandang juga menjadi lebih pendek," lapor Shanghai Environment Monitoring Center (SEMC) dalam keterangan resmi seperti dilansir People"s Daily kemarin (3/5).Debu tebal menutupi badan jalan di seantero ShanghaiBanyak mobil dan kendaraan roda dua yang diparkir di ruang terbuka pun berselimut debuDemikian juga dengan gedung-gedung tinggi di kota yang berpenduduk sekitar 23 juta jiwa tersebutKarena itu, SEMC mengimbau warga yang melakukan aktivitas di luar rumah selalu mengenakan pengamanTerutama, masker untuk melindungi saluran pernapasan.
SEMC menjelaskan, angin laut membuat badai pasir kembali menyerang Shanghai"Selama dua hari pertama pekan ini, udara Shanghai berada pada kondisi terburukTerlalu banyak pasir dan debu yang beterbangan," ungkap juru bicara (jubir) SEMC yang tidak disebutkan namanyaKondisi paling buruk itu terjadi pada Minggu lalu (1/5), tepatnya sejak pukul 08.00Kondisi yang sama terulang pada Senin lalu mulai pukul 04.00.
SEMC meyakini, badai pasir yang bertiup dari kawasan utara Tiongkok itu tidak akan bertahan lama di ShanghaiMenurut ramalan mereka, dalam waktu dekat, kota bisnis tersebut akan diguyur hujan"Hujan akan membersihkan debu dan pasir yang melekat di jalan-jalan, bangunan, dan kendaraanKualitas udara pun akan segera meningkat," terang lembaga tersebut, mengutip keterangan Shanghai Meteorological Bureau(Rtr/AFP/hep/dwi)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Intelijen AS Duga Pakistan Bantu Osama Sembunyi
Redaktur : Tim Redaksi