Bakamla Membeber Situasi di Laut Natuna Utara, Persiapkan Strategi

Sabtu, 18 September 2021 – 20:30 WIB
Ilustrasi- Prajurit KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 menembakkan rudal C-705 di perairan Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (8/4). Foto: Dispenal

jpnn.com, BATAM - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) menyampaikan informasi mengenai kondisi terkini di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita menjelaskan di perairan Laut Natuna Utara memang terdapat banyak kapal asing.

BACA JUGA: Lawan Rencana Jahat China di Natuna Utara, Guru Besar UI Usulkan Strategi Ini

Hal itu menurut dia karena wilayah tersebut merupakan pintu masuk dari dan keluar lalu lintas kapal yang melalui Selat Sunda dan Selat Malaka.

Wisnu Pramandita juga menerangkan soal kata 'ribuan' kapal yang disampaikan Sestama Bakamla Laksda TNI S Irawan.

BACA JUGA: Banyak Guru Honorer Tumbang, Petisi Tambahkan Afirmasi PPPK Mendekati 100.000 Tanda Tangan

Menurut dia, kata itu bermakna umum, tidak dalam waktu yang berdekatan dan juga mencakup Laut China Selatan (LCS).

"Laut Natuna Utara berbatasan langsung dengan Laut China Selatan," kata Wisnu dalam keterangan tertulis yang diterima di Batam, Kepri, Sabtu (18/9).

BACA JUGA: Komandan KKB Elly M Bidana Ditembak Mati TNI-Polri, Kombes Kamal Ungkap Fakta Mengerikan

Dia menerangkan Bakamla sudah menyodorkan rekomendasi kebijakan dan strategi ke Kemenko Polhukam guna menghadapi situasi di perbatasan termasuk di LCS.

Berdasarkan rekomendasi itu, untuk menghadapi situasi di perbatasan diperlukan tidak saja kehadiran aparat, tetapi juga pelaku ekonomi termasuk nelayan dan kegiatan eksplorasi ESDM serta penelitian.

Menurut Wisnu, Bakamla juga sedang menyusun rencana aksi terkait rekomendasi kebijakan itu. Satu di antaranya mendorong konsep pembentukan Nelayan Nasional Indonesia.

Hal itu berujuan untuk mendorong kehadiran pelaku ekonomi sekaligus mendukung kegiatan monitoring di wilayah penangkapan ikan di Laut Natuna Utara.

Masih dalam keterangan tersebut, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia menyatakan situasi di Laut Natuna Utara tetap aman terkendali hingga saat ini.

Dia juga meminta nelayan tidak perlu khawatir serta dapat tetap beraktivitas seperti biasanya. (antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler