Bamsoet: Jangan Sedikit-sedikit Impor

Rabu, 21 Februari 2018 – 21:34 WIB
Legislator Partai Golkar Bambang Soesatyo saat menyampaikan pidato perdananya sebagai ketua DPR dalam rapat paripurna, Senin (15/1). Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo berharap Badan Usaha Milik Negara (BUMM) yang bergerak di industri strategis bisa bekerja sama dengan para pelaku industri pertahanan swasta dalam negeri.

Saat membuka Rapat Umum Anggota Luar Biasa Perhimpunan Industri Pertahanan Swasta Nasional (Pinhantanas), Rabu (21/2), politikus Partai Golkar yang kerap disapa Bamsoet itu menyinggung kemampuan BUMN yang seringkali tidak mampu memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional.

BACA JUGA: Demi Nasib Honorer, Bamsoet Minta Revisi UU ASN Dikebut

"Jangan sedikit-sedikit impor," tegas Bamsoet.

Melihat alutsista hasil karya anak bangsa yang dipamerkan itu, Bamsoet yakin industri pertahanan swasta Indonesia sudah mampu memproduksi dengan kualitas yang baik.

BACA JUGA: Pemuka Agama Terus Jadi Sasaran, Bamsoet Minta Polri Cekatan

"Kita harus percaya diri dengan kemampuan bangsa sendiri," kata Bamsoet.

Dia mengatakan tumbuh dan berkembangnya industri pertahanan dalam negeri menunjukkan kedaulatan sebuah bangsa.

BACA JUGA: Bamsoet Lebih Sreg Andai Jokowi-Prabowo Berduet di Pilpres

Hal ini sekaligus menjadi nilai tambah bagi perekonomian nasional. Sehingga peringkat pertahanan Indonesia bisa naik dari posisi 14 menjadi 10 besar dunia.

"Saya mendukung industri pertahanan yang dikelola pihak swasta bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Bukan hanya dari segi kuantitasnya, melainkan juga dari nilai kualitas sehingga tak kalah dari industri pertahanan luar negeri," ungkap mantan ketua Komisi III DPR ini.

Bamsoet menegaskan, DPR selalu berkomitmen memperkuat alutsista untuk memenuhi kebutuhan sistem pertahanan dan keamanan nasional.

Hal itu terbukti dengan anggaran pertahanan yang terus meningkat. Pada anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2018 alokasinya mencapai 107 triliun, dan sebanyak 15 triliun di antaranya digunakan membeli alutsista.

Bamsoet berharap dengan anggaran yang cukup besar tersebut, industri pertahanan dalam negeri dapat lebih diutamakan.

"Saya dapat informasi, hampir 80 persen peralatan pertahanan nasional kita dipenuhi impor," katanya.

Kalaupun ada yang dibuat di dalam negeri oleh BUMN, terkadang juga hasil impor yang begitu sampai Indonesia diganti mereknya.

"Ini juga tidak boleh terjadi. Kita jangan jadi bangsa yang membohongi diri sendiri," pungkasnya.

Selain dibuka Bamsoet, kegiatan ini turut menghadirkan Menteri Pertahanan Jenderal TNI Purn Ryamizard Ryacudu sebagai keynote speaker. (boy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... UU MD3 Baru Terus Dipersoalkan, Bamsoet Pasang Badan


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler