Bamusi Minta HTI Tidak Merusak NKRI

Jumat, 02 November 2018 – 21:06 WIB
Falah Amru. Foto: Istimewa for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) PDI Perjuangan Nasyirul Falah Amru meminta masyarakat jeli menilai aksi bela agama yang ditunggangi kepentingan politik.

Menurut dia, sangat tidak beretika dan mengganggu saat agama dijadikan kedok oleh para politikus yang ambisius meraih kekuasaan dengan segala cara.

BACA JUGA: Yusril: HTI Ormas Tak Berbadan Hukum, Bukan Terlarang

“Kami cinta NKRI, Pancasila, dengan budaya dan semua pemeluk agama. Masyarakat jangan dihasut, jangan diganggu ketenangannya. Para pendiri bangsa sudah menggali Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa," kata pria yang akrab disapa Gus Falah itu dalam keterangan yang diterima, Jumat (2/11).

Gus Falah merasa miris melihat organisasi masyarakat yang sudah dibubarkan pemerintah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masih bebas beraktivitas.

BACA JUGA: Advokat Bela Tauhid Laporkan Abu Janda ke Bareskrim

Kondisinya makin memprihatinkan, karena kelompok HTI itu dekat dengan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Menurutnya, salah satu bukti kedekatan HTI dalam kelompok pendukung Prabowo - Sandiaga adalah saat politikus PKS yang menjadi inisiator gerakan ganti presiden Mardani Ali Sera, menyampaikan gerakan ganti presiden dan ganti sistem bersama eks Juru Bicara HTI Ismail Yusanto. Video Mardani dan Ismail viral di media sosial hingga berujung dilaporkan ke kepolisian.

BACA JUGA: Polri Tak Mau Buru-buru Garap Eks Jubir HTI

Menurutnya, HTI sudah dibubarkan dan menjadi ormas terlarang karena dinilai bertentangan dengan Pancasila. Adapun Hizbut Tahrir juga sudah menjadi ormas terlarang di banyak negara lain, termasuk di Mesir, Yordania, Arab Saudi, Suriah, Libya, Turki, karena dinilai menyebarkan paham radikal.

“Ini jadi rentan disusupi, ditunggangi. Kami enggak mau Indonesia kacau kayak Suriah, itu pengalaman buruk. Saya sungguh sedih, peringatan Hari Santri disusupi aksi provokasi yang menciptakan ketegangan di masyarakat," kata dia.

“NKRI adalah sajadah kita, kewajiban kami melestarikan sesuai ajaran para ulama,” tambah Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut.

Gus Falah mengatakan, masyarakat jangan terhasut mengikuti aksi bela agama, atau bela kalimat tauhid yang dimanfaatkan untuk tujuan politik.

“Aksi bela tauhid itu dengan tahlilan, muliakan Rasulullah SAW dengan manakiban, Mauludan,” jelas dia. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Prabowo Tak Perlu Baper Disebut Pendukung Khilafah


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
HTI   Bamusi  

Terpopuler