Bandara Letung Diharapkan Rampung Akhir Tahun

Rabu, 13 September 2017 – 23:49 WIB
Budi Karya Sumadi. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pembangunan Bandara Letung (Pulau Jemaja) di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepri hampir rampung dikerjakan. Setelah beroperasi, bandara ini akan memberi banyak manfaat bagi wilayah perbatasan RI tersebut.

“Ini adalah bentuk kerja nyata sebagai bagian dari perhatian pemerintah untuk wilayah perbatasan,” kata Menhub Budi Karya Sumardi kepada wartawan, Rabu (13/9).

BACA JUGA: Dukung Pak Menteri Berantas Pungli dan Korupsi

Selain meningkatkan perekonomian wilayah, Bandara Letung juga bermanfaat sebagai basis pertahanan dan keamanan negara.

“Bandara Letung ini juga disukai turis mancanegara, karena dekat dengan Pulau Bawah yang cukup dikenal akan keindahan alamnya. Dan pariwisata juga salah tujuan pengembangan ekonomi,” tegasnya.

BACA JUGA: Kandaskan PSTS Tanjungpinang, PS Bintan Juara Liga 3 Kepri

Bandara Letung ini kata Budi memiliki ukuran landas pacu 1.200x30 meter. Landas hubung 125x15 meter dan landas parkir untuk 3 pesawat 125x70 meter.

“Pada 22 November 2016 telah dilakukan terbang perdana. Sekarang sudah ada penerbangan komersial tiap hari Rabu menggunakan Susi Air dengan tarif subsidi Rp 350 ribu utk rute Tanjungpinang (Pulau Bintan) - Letung (Kab. Anambas). Ada juga penerbangan sewa bagi turis yang berkunjung ke Pulau Bawah,” tegasnya

BACA JUGA: Ckck..Pak Menhub, Presiden Jokowi Sangat Kecewa

Untuk akses ke pusat pemerintahan yaitu Kota Tarempa di Pulau Siantan, Menhub mengatakan, perlu layanan konektivitas transportasi yang berkelanjutan.

Jalur darat dan air kata dia masih harus disiapkan dengan benar. Kapal penyeberangan juga diupayakan maksimal satu jam perjalanan karena jarak Pulau Jemaja dan Pulau Siantan 45 mil.

“Menjadi kerja cerdas bagi pemda setempat untuk lebih mengenalkan Kepulauan Anambas ke mancanegara. Saya minta sosialisasinya untuk digencarkan lagi,” ujarnya.

Akhir tahun ini Menhub berharap bisa selesai dibangun. Karena nantinya bisa dilakukan skenario rute penerbangan Batam-Anambas-Natuna atau Tanjungpinang-Anambas-Natuna. Pesawat yang digunakan bisa jenis ATR yang berkapasitas 70 seat.

“Jika sudah banyak penggunanya tidak perlu lagi disubsidi. Dan dengan ini pembangunan infrastruktur transportasi di wilayah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) mulai menampakkan wujudnya,” tandas Menhub. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 10 Pelaut AS Korban Tabrakan Kapal Perang dengan Tanker Diduga Hanyut ke Bintan


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler