Bandingkan TKA dengan TKI, Menaker: Siapa Menyerbu Siapa?

Rabu, 25 April 2018 – 20:46 WIB
Hanif Dhakiri. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri kembali menepis isu tentang serbuan tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia. Pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kabinet Kerja itu membantah tudingan yang menyebut pemerintah memudahkan warga negara lain bekerja di Indonesia.

Menurut Hanif, kata serbuan jelas tidak pas digunakan dalam persoalan TKA. Terlebih, jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri jauh lebih banyak ketimbang angka TKA.

BACA JUGA: Oh, Ternyata Ini Tokoh di Balik Pertemuan Jokowi - PA 212

"Karena memang faktanya, TKI kita yang menyerbu (negara) orang lain. Memang. Di Hongkong saja 160 ribu, tenaga kerja China di Indonesia 24 ribu. Kalau 160 sama 24 (ribu), itu siapa menyerbu siapa?" kata Hanif di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/4).

Menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu lantas mengutip tamsil dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong tentang 1.000 orang di dalam satu ruangan ballroom. Dari 1.000 orang itu ada satu orang asing.

BACA JUGA: Lepas Ekspor Mitsubishi Xpander, Jokowi Tampak Emosional

"Nah yang 999 orang merasa tercancam dengan yang satu orang itu. Apa benar yang kayak begitu? Kalau enggak benar begitu, mungkin saja politis," tegasnya.

Hanif juga membeber angka TKA di Indonesia. Hingga Desember 2017 lalu angkanya 85 ribu orang.

BACA JUGA: Lepas Ekspor Produk Mitsubishi, Pak Jokowi Singgung Isu TKA

Sedangkan tenaga kerja Indonesia di negara lain jumlahnya jutaan. Sebagai contoh, di Malaysia mencapai 2,3 juta orang.

Bahkan merujuk survei Bank Dunia, jumlah TKI di mancanegara mencapai sembilan juta orang. “Jadi intinya, kalau terkait dengan masalah ketenagakerjaan asing, masih amat sangat terkendali," pungkas Hanif.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Moeldoko: Biarkan Presiden Bekerja, Jangan Diganggu


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler