Bang Edi Sebut Usulan Anak Buah AHY Minta Kapolri Dinonaktifkan Berlebihan

Selasa, 23 Agustus 2022 – 11:56 WIB
Mantan anggota Kompolnas Edi Hasibuan. Dok jpnn

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan menilai pernyataan anggota Komisi III DPR RI Benny K. Harman yang meminta penonaktifan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri sangat mengada-ada.

Edi menilai tidak ada alasan DPR RI mengusulkan Kapolri Sigit untuk dinonaktifkan, terlebih jika dikaitkan untuk mempercepat kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

BACA JUGA: Darurat Judi Online, Kapolri, Jaksa Agung, dan Ketua OJK Diminta Lakukan Ini

"Kami melihat tidak ada alasan apa pun serta tidak memiliki dasar hukum apa pun Kapolri harus dinonaktifkan kalau cuma alasan lambat menangani kasus kematian Yousa," kata Edi dalam keterangannya, Selasa (23/8).

Menurut anggota Kompolnas periode 2012-2016 itu, sesuai Pasal 5 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri disebutkan bahwa presiden dapat menghentikan sementara Kapolri dan mengangkat pelaksana tugas Kapolri dengan persetujuan DPR.

BACA JUGA: KNPI Minta Kapolri Libatkan Masyarakat dalam Mereformasi Polri

Edi menilai penonaktifannya itu pun dilakukan presiden dengan alasan mendesak.

Menurut pengamat kepolisian itu, saat ini tidak ada hal mendesak bagi presiden menonaktifkan Kapolri.

BACA JUGA: Pak Kapolri, Ini Saran Anam soal Skema Kaisar Sambo & Konsorsium 303

Oleh karena itu, lanjuutnya, usulan penonaktifan dari anggota DPR itu tidak masuk akal dan sangat memgada-ada.

Edi juga menegaskan polisi sendiri sudah berhasil mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J dan pelakunya ialah Irjen Ferdy Sambo.

"Kami melihat kasus ini sudah jelas dan terang benderang dan berkasnya bahkan sudah diserahkan ke JPU agar segera disidangkan," katanya.

Menurut Edi, usulan anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat itu memiliki nuansa politik yang sangat tinggi.

"Menurut saya usulan itu berlebihan. Sekali lagi kami sampaikan tidak ada dasarnya Lapolri dinonaktifkan karena Listyo Sigit Prabowo dinilai sudah on the track menangani kasus kematian Yosua ini," jelas dia.

Edi menilai sosok Kapolri Jenderal Sigit masih dibutuhkan, meski harus diakui penanganan kasus pembunuhan Brigadir J sedikit telat karena adanya upaya menghalang-halangi proses hukum yang dilakukan Ferdy Sambo dan anak buah yang bersangkutan.

"Kami sangat yakin Presiden Jokowi sangat bijak melihat masukan ini," kata dia. (tan/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Demokrat Ngebet Singkirkan Kapolri, NasDem Merespons Begini


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler