Bang Foke Ancam Pulangkan Pendatang Baru

Minggu, 19 September 2010 – 08:42 WIB
Arus balik lebaran 2010 di Pelabuhan Beton Sekupang mencapai puncaknya. Lebih dari empat ribu penumpang memadati KM Kelud Milik PT Pelni, Sabtu (18/9). (Foto: Iman Wachyudi/Batam Pos)

JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menegaskan tidak akan mengubah metode penanganan para pendatang baru di JakartaJika para pendatang tidak memiliki tujuan jelas, keahlian serta kepastian pekerjaan dan tidak melengkapi syarat kependudukan, akan dipulangkan ke daerah asal.

“Saya tidak akan mengubah metode penanganan pendatang baru

BACA JUGA: Sinyal Istana, Jaksa Agung Berpeluang dari Luar

Ada yang bilang tidak efektif
Tapi kan bisa dilihat hasilnya

BACA JUGA: Besok, 14 Calon Anggota KY Diserahkan ke SBY

Dari tahun ke tahun terus berkurang,” ujar Foke, sapaan Fauzi Bowo.

Sejak dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI pada 2007, data menunjukkan ada penurunan jumlah pendatang baru secara signifikan
Jika pada 2007 jumlah pendatang baru sebanyak 109.617 orang, dibanding tahun sebelumnya turun 11,9 persen

BACA JUGA: Awas, Buta karena Pistol Mainan

Lalu pada 2008, jumlah pendatang baru sebanyak 88473 orangDibanding tahun sebelumnya turun 19,29 persen

Kemudian pada 2009, jumlah pendatang baru sebanyak 69.000 orangDibanding tahun sebelumnya turun 21,38 persenUntuk tahun ini, diharapkan jumlah pendatang baru bisa ditekan secara signifikan“Tidak henti-hentinya kami mengimbau agar para pemudik yang kembali ke Jakarta tidak membawa orang baruSanak kerabatnya, tetangga atau teman,” ungkapnya.

Imbauan agar warga DKI tidak yang pulang kampung tidak membawa orang baru telah disampaikan secara maraton sejak puasa lalu hingga LebaranPaska Lebaran saat meninjau arus balik di Terminal Kampung Rambutan pada Jumat (17/9) lalu, imbauan serupa juga disampaikanFoke menyebut pemudik yang kembali ke Jakarta tanpa membawa orang baru sebagai warga teladan“Selain sosialisasi, upaya pemulangan itu juga untuk menekan jumlah pendatangKalau terjadi penurunan jumlah pendatang baru, apakah itu disebut tidak efektif,” tanyanya.   

Pemprov DKI tidak akan mengubah metode penanganan pendatang baru l;antaran metode tersebut dianggap paling efektifPemprov dki sama sekali tidak pernah melarang warga asal luar daerah untuk tinggal di ibukotaNamun, jika ingin tinggal, ada persyaratan yang harus dipenuhiHarus dipastikan, pendatang memiliki tujuan yang jelas, keahlian serta pekerjaanKemudian, jika setelah tinggal di Jakarta bisa melengkapi persyaratan kependudukan yang telah ditentukan“Mari kita ciptakan Jakarta yang nyaman dengan tidak membawa orang baru dari kampungJakarta sudah sesak,” terangnya.  

Direncanakan, setelah H+12 mendatang, Pemprov DKI melalui dinas kependudukan dan catatan sipil akan melakukan operasi bagi pendatang baruSaat ini, seluruh pemangku kebijakan di wilayah mulai walikota, camat, lurah, RW/RT diimbau untuk bisa memantau para pendatang baruBerapa jumlahnya, daerah mana tinggalnya dan apakah memenuhi persyaratan yang ditentukan atau tidak.

Menurut anggota Komisi A Taufik Hadiawan, momen paska Lebaran yang banyak dipenuhi pendatang baru harus menjadi pekerjaan rumah aparat Pemprov DKI secara keseluruhanMulai provinsi hingga wilayahSeluruh aparat harus bergerak serentak untuk bisa memberikan sosialisasi secara menyeluruh“Soal pendatang baru bukan hanya tugas dinas, tapi juga walikota hingga RTWalikota harus proaktifMereka harus bisa bekerja tanpa diperintah Gubernur,” tegasnya(aak/pes)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rabu, MK Putus Legalitas Jaksa Agung


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler