Bangun Kapal Pencalang & Ijon-Ijon, Kemendikbudristek Kucurkan Dana Rp 2 Miliar

Senin, 26 September 2022 – 22:13 WIB
Bangun Kapal Pencalang & Ijon-Ijon, Kemendikbudristek menyalurkan dana Rp 2 miliar. Foto Kemendikbudristek

jpnn.com, JAKARTA - Perahu tradisional hingga kini masih dibutuhkan sebagai moda transportasi antarwilayah di Indonesia maupun banyak dipakai nelayan bekerja di lautan.

Inilah yang menginisiasi “Revitalisasi Jalur Rempah” program Direktorat Jenderal Kebudayaan yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek. 

BACA JUGA: P2G: 400 Orang Shadow Team Nadiem Makarim Bisa Mengancam ASN Kemendikbudristek 

Program ini dilakukan dengan penanaman kembali berbagai jenis rempah, mengaktifkani pelabuhan-pelabuhan bersejarah, serta revitalisasi kapal tradisional. 

Melalui program ini, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan SMKN 3 Buduran diberi kesempatan untuk membangun kapal bersejarah yang pernah membuat Indonesia jaya pada masanya.

BACA JUGA: Kemendikbudristek Beri Kesempatan Lulusan Lembaga Kursus Kuliah, Langsung Loncat Semester 

PPNS membangun Kapal Pencalang dan SMKN 3 Buduran membangun Kapal Ijon-Ijon. 

Kapal Pencalang merupakan kapal dagang tradisional nusantara atau dalam sejarah disebut sebagai pantchiallang atau pantjalang. 

BACA JUGA: Kemendikbudristek Dukung Pelestarian Adat KCBN Muaro Jambi lewat Kenduri Swarnabhumi

Sementara itu, kapal ijon-ijon merupakan kapal ikan yang paling banyak digunakan onelayan dengan kekhasan desain dan warna.

Proyek ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) melalui penyaluran bantuan operasional Matching Fund (MF) tahap kedua tahun 2022. Pembangunan kapal tradisional ini mendapatkan kucuran dana sekitar Rp 2 miliar.

“Ini juga merupakan langkah awal kolaborasi yang melibatkan semua pihak untuk melestarikan kapal tradisional,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kiki Yuliati, Senin (26/9).

Dia melanjutkan pekerjaan membangun Kapal Pencalang dan kapal Ijon-Ijon dengan pengetahuan adalah cara pengembangan ilmu.

Kapal Pencalang yang bakal mengarungi pelayaran jalur rempah ini memiliki panjang 11,02 meter, panjang garis air 11,16 meter, tinggi 1,5 meter, dan lebar 4 meter.

Kecepatan yang dimiliki berkisar 10 knot dengan daya angkut berkapasitas 4 orang. Kapal Ijon-ijon memiliki panjang 12 meter, lebar 3,5 meter dan tinggi 1,5 meter.

Kabarnya, Kapal Pencalang PPNS dan Kapal Ijon-Ijon SMKN 3 Buduran ini bakal hadir pada acara puncak pertemuan negara-negara perekonomian besar dunia, yakni KTT G20 di Bali pada November 2022 mendatang. 

Meski mengusung revitalisasi pembangunan kapal ikan tradisional, tetapi kapal dioperasikan secara modern.

Peletakan Lunas

Peletakan lunas kapal (keel laying) merupakan penanda bahwa pembangunan sebuah kapal dimulai. Menurut Ketua Tim Proyek Revitalisasi Kapal Tradisional, I Putu Arta Wibawa, proyek pembangunan kapal ini melibatkan dosen, mahasiswa, dan mitra industri. Selain itu, juga melibatkan pengrajin kapal tradisional sebagai bentuk transfer teknologi 

Menurut Daniel M. Rosyid, pendidikan adalah platform perluasan kesempatan belajar merdeka bagi generasi muda.

“Maka, kegiatan pembuatan kapal kayu ini merupakan kerja budaya yang penting dalam pelestarian keterampilan kapal kayu yang telah mentradisi sejak lama dengan peran ekonomi yang penting,” ungkap pakar bidang perkapalan dan kelautan dari industri yang turut membantu membuat rancangan kapal tradisional ini. 

Direktur PPNS, Eko Julianto berharap, karya monumental ini nantinya bisa membuat bangsa Indonesia bangga dengan budayanya. Serta, “Membuat anak-anak muda tertarik untuk ke laut, karena jati diri bangsa kita adalah pelaut,” tuturnya. (esy/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler