Bangunan Tua Menara Pandang Kalimas dengan Ikon Suro dan Boyo

Sabtu, 03 Juni 2017 – 21:18 WIB
IKONIK: Pada bagian depan sebelah kiri Menara Pandang Kalimas terdapat gambar ikan suro dan buaya. Gambar itu dipercaya sebagai logo Surabaya tempo dulu. Foto Andy Satria/Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com, SURABAYA - Menara Pandang yang ada di Jalan Kalimas Baru menjadi bangunan kuno yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda.

Pada bangunan menara yang difungsikan untuk memantau aktivitas bongkar muat di bantaran sungai Kalimas ini terdapat lambang ikan suro dan buaya, khas lambang kota Surabaya.

BACA JUGA: Ada Sosok Seram di Mes Peninggalan Uni Soviet, Horor...

=============================
Ibnani Yazin - Radar Surabaya
=============================

Padahal bangunan ini dibangun bukan oleh orang pribumi. Ada cerita menarik tentang itu. Dua hewan khas lambang Kota Pahlawan itu posisinya berada di bagian depan menara pandang.

BACA JUGA: Bangunan Kuno PLN Punya Lorong Rahasia Menyeramkan

Tepatnya bagian depan sebelah kiri bangunan tua itu. Posisinya sangat mencolok, namun jika dilihat dari kejauhan tidak seperti gambar ikan suro dan buaya.

“Iya memang ini bangunan kuno Belanda dan untuk menandakan bahwa ini adalah pelabuhan yang terletak di kota Surabaya. Oleh yang membanguan disisipi logo Surabaya, dengan menggambarkan ikan suro dan buaya,”, ujar Admin Surabaya Heritage, Chrisyandi kepada Radar Surabaya (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: Depo Kereta Api Sidotopo, Warisan Belanda Berkhas Jawa

Namun gambar suro dan boyo yang tertera di menara tersebut tidak seperti halnya lambang kota Surabaya yang sering dijumpai saat ini.

Bentuk sederhana yang tertera di menara ini hanya ikan suro berada diatas dengan mengok ke bawah.

Sedangkan buaya berada di bawah posisi sejajar dengan ika suro.

“Menurut beberapa sumber dan kesaksian, lambang yang berada di menara pandang tersebut adalah logo Kota Surabaya pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Jadi logo saat Surabaya masih menjadi Karesidenan,” imbuhnya.

Meski bangunan menara pandang telah berusia ratusan tahun, gambar ikan suro dan buaya masih terlihat utuh di sana.

Meski jarang terpantau oleh kalayak umum, namun menara pandang ini menjadi destinasi tersendiri peninggalan Kota Tua Surabaya, berdampingan dengan bangunan kuno lain yang berada di kawasan tersebut. (nur)


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler