Banjir Parah! Warga Menderita, Wali Kota Prihatin, Gubernur Cuek

Selasa, 29 November 2016 – 14:35 WIB
Banjir Samarinda. Foto: Kaltim Post/JPNN

jpnn.com - SAMARINDA – Banjir yang menerjang Samarinda semakin parah.

Senin (28/11) kemarin, banjir menggenangi beberapa daerah vital di Kota Tepian, julukan Samarinda.

BACA JUGA: Kebakaran Hanguskan 2 Rumah, Api Membentuk Wajah Manusia

Warga pun menderita karena tidak bisa menjalankan aktivitas seperti biasanya.

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menyampaikan keprihatinannya atas bencana banjir yang kembali menerjang.

BACA JUGA: Niat Memerkosa, Korban Teriak, Akhirnya Lari Pakai Celana Dalam

Jaang menyebut, banjir terjadi karena hujan berlangsung lama dengan intensitas tinggi sejak pagi hingga siang.

Dirinya mengaku sudah berupaya memantau banjir se-Samarinda bersama sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

BACA JUGA: Gara-Gara ini, AirAsia Pusing Tujuh Keliling

“Kami prihatin. Kami memang ada upaya penyelesaian pada periode sekarang dan mulai dilakukan 2017. Tapi, dengan curah hujan yang tinggi, pasti tidak bisa diselesaikan dengan baik. Hari ini (kemarin) curah hujan cukup tinggi, di mana-mana banjir, bukan hanya di Samarinda,” terang Jaang.

Dia mengaku sudah menginstruksikan Pj sekkot, camat, hingga lurah untuk memantau kondisi banjir.

“Saya sudah kerahkan bantuan di lapangan. Ada Dishub (dinas perhubungan) untuk membantu kelancaran lalu lintas, ada juga BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) yang mengerahkan perahu karet. Mereka bantu evakuasi dan sebagainya, kalau menghilangkan banjir yang enggak mungkin,” terangnya.

Di sisi lain, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak juga terlihat cuek dengan kondisi yang memprihatinkan itu.

Kemarin, dia melaksanakan rapat maraton dengan DPRD Kaltim dari pagi hingga sore.

Ada sejumlah hal yang dibahas. Tapi, tak spesifik menyentil persoalan banjir. Rapat hanya membicarakan rencana pengelolaan Blok Mahakam, pendirian pabrik semen, hingga kisruh operasional Rumah Sakit Islam Samarinda yang terhenti.

“Tanya wali kotanya, mengatasi banjir bagaimana. Itu urusan wali kota, bukan urusan gubernur. Ya enggak tahu, janji wali kota terhadap rakyatnya bagaimana,” ujarnya. (him/roe/ril/rom/k15/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Waduh, Kaltim Urutan Ketiga Penyalahgunaan Narkoba


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler