Banjir Surut, Jalan Tol Madiun – Caruban Sudah Lancar

Minggu, 10 Maret 2019 – 00:35 WIB
Jalan tol Madiun - Caruban kembali dioperasikan tanpa menerapkan sistem contraflow. Foto: R.Rendra Bagus Rahadi/Radar Madiun

jpnn.com, MADIUN - Banjir imbas luapan Kali Glonggong dan Kali Jerohan sempat menggenai ruas tol Madiun - Caruban di Km 603 hingga 604. Sistem contraflow ruas tol Madiun–Caruban Km 607 hingga 602 dihentikan pukul 02.25 Jumat (8/3) karena genangan air sudah mulai surut.

’’Lalu lintas jalan tol sudah normal,’’ kata Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Heri Wahono.

BACA JUGA: Kisah Heroik Aiptu Sujadi, Selamatkan Anak-Anak Terjebak Banjir 2 Meter

Sebelumnya, jalan bebas hambatan sepanjang lima kilometer itu dijadikan dua arah sekitar pukul 14.00, Kamis (7/3). Kendaraan dari Surabaya ke Madiun harus berbagi jalan dengan kendaraan dari arah sebaliknya.

Itu dilakukan lantaran sistem buka tutup jalur Madiun–Surabaya dan pengalihan ke jalur arteri via gerbang tol Caruban tidak efektif. Rekayasa pengaktifan bertahap dilakukan sejak Kamis sore.

BACA JUGA: Kubu Jokowi Sebut Banjir Tol Madiun Karena Cuaca, Begini Reaksi BPN Prabowo - Sandi

BACA JUGA: Kubu Jokowi Sebut Banjir Tol Madiun Karena Cuaca, Begini Reaksi BPN Prabowo - Sandi

Petugas patroli jalan raya (PJR) mulai membuka jalur B (Surabaya–Madiun) untuk kendaraan besar. Genangan air bisa diterjang. Sedangkan contraflow difokuskan hanya kendaraan kecil. Peralihan kendaraan secara menyeluruh baru dilakukan masuk Jumat dini hari. ’’Tidak ada gangguan. Kami tetap imbau pengguna jalan berhati-hati,’’ ujarnya di sela peninjauan.

BACA JUGA: Baru Kali Ini Ruas Jalan Tol Terendam Banjir

Jumat pagi tim Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim memantau kondisi Km 603–604. Sudah tidak ada genangan sedalam 80 sentimeter di jalur berlokasi di Desa Glonggong, Balerejo, Kabupaten Madiun, itu. Menyisakan air setinggi mata kaki dewasa di ruas kiri. Serta sisa material banjir yang dibersihkan petugas.

Kendaraan besar dan kecil dari arah Surabaya menuju Solo silih berganti melintas. ’’Kalau nanti air naik lagi diberlakukan contraflow atau dialihkan jalur nasional. Tapi, hanya kalau air naik,’’ tegasnya.

Heri menyebut anggotanya akan terus berpatroli meski arus lalu lintas tol dipandang sudah normal. Komunikasi dengan PT Jasamarga Ngawi Kertosono (JNK) ihwal perkembangan tetap dilakukan. Terutama ketika kembali terjadi kejadian force majeure hingga perlu diambil penanganan yang mendesak.

Termasuk pengamanan Jalan Raya Surabaya–Madiun yang sempat tersendat akibat luberan banjir di Desa Garon, Balerejo. ‘’Jalur arteri sudah lancar. Satlantas di daerah diminta siaga sewaktu-waktu,’’ tuturnya.

BACA JUGA: Politikus Gerindra: Trans Jawa Direndam Banjir Mirip Tol Laut

General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT JNK Charles Lendra menyebut ada sejumlah langkah pasca kejadian banjir masuk tol. Yakni, mengatur dan memasang rambu-rambu di lokasi bekas genangan.

Kantong pasir disiapkan sebagai penahan masuknya air dalam tol. Pihaknya juga mempertimbangkan untuk menyiapkan mesin pompa air. Fasilitas untuk mempercepat surutnya air.

‘’Ketinggian air di sekitar jalur tol terus dimonitor dan memantau kondisi cuaca,’’ katanya. (cor/c1/ota)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Politikus Gerindra: Trans Jawa Direndam Banjir Mirip Tol Laut


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler