Bantah Yusran, Erisman Buka Data Bankeu Pemprov Riau untuk Meranti, Beda Jauh

Jumat, 11 November 2022 – 20:20 WIB
Kadis Kominfotik Provinsi Riau Erisman Yahya soal bankeu untuk Pemkab Meranti. Foto: Dokumentasi Diskominfotik Riau

jpnn.com, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ternyata menggelontorkan dana bantuan keuangan (bankeu) cukup besar untuk Kabupaten Kepulauan Meranti.

Data itu dibuka Kepala Dinas Kominfotik Riau Erisman Yahya, menepis tudingan Pemkab Meranti bahwa Gubernur Syamsuar menganaktirikan daerah yang dipimpin Bupati Muhammad Adil.

BACA JUGA: Panas Dingin Hubungan Bupati Meranti & Gubernur Riau, Konon Inilah Pemicunya

"Jangan dikesankan Pemprov Riau itu menganaktirikan. Semua kabupaten dibantu sesuai aturan perundang-undangan dan kemampuan APBD," kata Erisman saat dikonfirmasi JPNN.com Jumat (11/11).

Erisman juga membantah pernyataan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Meranti Yusran yang bilang Pemprov Riau hanya mengucurkan bankeu Rp 3,8 miliar untuk daerahnya.

BACA JUGA: Mendagri Sudah Sempatkan Diri ke Riau demi Rakor, Bupati Meranti Malah Bolos

Menurut Erisman, sebelumnya masalah bankeu itu sudah pernah dijelaskan bahwa pembagian bantuan keuangan untuk kabupaten/kota ada indikatornya.

"Bukan seenak begitu saja bagi-bagi. Indikator itu transparan. Semua orang bisa melihat," ujar eks kepala Badan Penghubung Pemprov Riau di Jakarta itu.

BACA JUGA: Irwan Fecho Ungkap Potret Koalisi Perubahan yang Batal Deklarasi

Erisman lantas membeberkan data rekapitulasi perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Riau 2019-2022 yang dikucurkan ke Pemkab Meranti.

Untuk bantuan keuangan dan keluarga miskin di Kepulauan Meranti tahun anggaran 2019 nilainya Rp 38.227.193.000.

Kemudian pada 2020 sebesar Rp 34.956.329.300, tahun 2021 RP 19.774.133.000, dan 2022 sebesar Rp 22.186.552.000. Totalnya Rp 115.144.207.300.

Sebagai contoh, kata Erisma, bankeu untuk guru bantu harus disesuaikan dengan jumlah guru bantu yang ada di kabupaten/kota.

"Kalau guru bantunya sedikit, masa dikasih banyak, kan enggak mungkin. Begitu juga yang lain,” lanjutnya.

Oleh karena itu, dia menyayangkan sikap Bupati Meranti Muhammad Adil dan berharap ke depan hal demikian tidak terjadi lagi.

"Sebaiknya jangan saling salah menyalahkan, tetapi justru bersinergi dan berkolaborasi untuk mencapai kemajuan," ucapnya.

Erisman menambahkan bahwa masalah bankeu itu sebelumnya sudah pernah diklarifikasi oleh Pemprov Riau.

"Bahwa tidak benar Pemprov Riau itu menganaktirikan. Pemprov pasti ingin semua kabupaten/kota di Riau maju dan sejahtera," kata Erisman Yahya. (mcr36/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Deklarasi Koalisi Perubahan Batal, Konon NasDem, Demokrat, dan PKS Sulit Disatukan


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Rizki Ganda Marito

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler