Bantu Stabilkan Harga, Kementan Bakal Serap Telur dari Peternak Rakyat

Jumat, 18 Februari 2022 – 19:57 WIB
Peternak ayam di Kabupaten Blitar, Jawa Timur gundah gulana, lantaran harga telur jeblok. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) mendorong peningkatan konsumsi telur untuk membantu menyerap produksi di tingkat peternak.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (18/2).

BACA JUGA: Kementan Tingkatkan Produksi Pertanian sebagai Bantalan Ekonomi Nasional

Nasrullah menyebutkan, produksi telur pada Februari 2022 saat ini surplus apabila dibandingkan dengan kebutuhan.

Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak meningkatkan konsumsi telur untuk membantu menyerap di tingkat peternak.

BACA JUGA: David da Silva Pecah Telur, Persib Bungkam PSS

“Saat ini kami dorong seluruh pegawai Ditjen PKH, termasuk pegawai di Unit Pelaksana Teknis (UPT) kami untuk membeli telur secara langsung dari peternak minimal 2-4 kg per orang per bulan," ungkap Nasrullah.

“Pembelian telur juga bagus untuk para pegawai memenuhi kebutuhan protein hewani, dan untuk meningkatkan imunitas tubuh pada masa pandemi Covid-19,” tambahnya.

BACA JUGA: Sulap Kulit Telur Jadi Makanan Ringan, Andika Sabet Medali Emas AISEEF 2022

Nasrullah menyebutkan, saat ini pegawai Ditjen PKH (Pusat dan 23 UPT) menyerap telur sebanyak 14 ton per bulan yang dibeli langsung dari petenak rakyat.

“Jika ini bisa diikuti oleh pegawai kementerian atau lembaga pemerintah lainnya, tentu ini akan sangat membantu,” imbuhnya.

Menurut Nasrullah, upaya penyerapan telur dari peternak mandiri akan dilakukan terus oleh Kementan hingga harga di tingkat peternak membaik.

“Kepedulian kami semua sangat dibutuhkan saat ini sebagai solusi terbaik bagi persoalan dinamika perunggasan, jangan sampai peternak merugi," tutur Nasrullah.

Dia katakan, saat ini Kementan terus berupaya untuk memecahkan permasalahan peternak, di antaranya menerbitkan surat edaran terkait larangan penjualan telur tetas ayam atau Hatching Egg (HE) untuk konsumsi kepada perusahaan pembibit dan pelaku usaha perunggasan.

Kemudian melakukan himbauan kepada para pelaku usaha perunggasan besar untuk bersama-sama berupaya membantu meningkatkan harga telur di peternak.

Nasrullah menegaskan Kementan saat ini terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan langkah nyata membantu peternak.

Dia sebutkan bahwa dilakukan rapat koordinasi yang dihadiri perwakilan Kemenko Perekonomian, Kemenko PMK, Kementan, Kemendag, Kemensos, dan BUMN klaster Pangan.

“Harapan kami upaya-upaya yang kami lakukan ini dapat terealisasi karena semua unsur dapat bersinergi dengan baik membangun eksosistem pangan nasional untuk menjaga stabilitas perunggasan,” pungkasnya. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kementan Bersyukur Nilai Tukar Petani Terus Meningkat, SYL Bilang Begini


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler