Banyak Kepsek Pontang-panting Cari Pinjaman

Jumat, 24 Maret 2017 – 19:40 WIB
Sekretaris Jenderal FSGI Retno Listyarti. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS) ternyata tidak merata.

Alhasil banyak kepala sekolah yang mencari pinjaman untuk menutupi biaya operasional sekolah.

BACA JUGA: Pekan Ini Rp 1,1 Triliun Disalurkan ke SD dan SMP

"Kami menerima laporan tentang dana BOS yang belum cair di sejumlah SMA/SMK pascapengalihan kewenangan dari kabupaten/kota ke provinsi," kata Sekjen‎ Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti yang dihubungi, Jumat (24/3).

Mestinya, untuk menalangi dana BOS ada upaya gubernur membantu sekolah.

BACA JUGA: Bosda Sudah tak Ada, Bosnas Belum Cair

Sayangnya menurut Retno, sekolah-sekolah yang harus mencari jalan ke luar sendiri.

"Kami dilaporkan kawan-kawan di daerah, para kepala sekolah terpaksa harus mencari dana talangan alias ngutang untuk penyelenggaran ujian praktik, ujian sekolah (US), ujian sekolah berstandar nasional (USBN) dan ujian nasional (UN)," terang Retno.

BACA JUGA: BOS Telat Cair, Sekolah Bersepakat Pungli

Beban sekolah makin berat karena pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Sekolah berjuang keras untuk memenuhi peralatan dan perlengkapan komputer untuk ujian. ‎

"Apa tidak memalukan para kepsek pontang-panting cari pinjaman. Sekolah dibebankan meningkatkan mutu, ditambah lagi cari pinjaman. Ini sudah Maret loh, kenapa nggak selesai-selesai juga," tandasnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BOS Bisa Saja Dihapus jika…


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
BOS   SMA/SMK  

Terpopuler