Banyak Pelaku Pariwisata Abaikan Sertifikasi

Senin, 16 Oktober 2017 – 10:22 WIB
Ilustrasi tamu hotel. Foto: JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Direktur Utama Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata (LSUP) Devys Mukti Langgeng Sri Dwiastuti mengatakan, masih sedikit pelaku industri pariwisata yang menganggap penting sertifikasi usaha.

’’Hal itu terlihat dari sedikitnya pelaku pariwisata yang memiliki tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) dan sertifikasi,’’ ujarnya di sela penyerahan sertifikat bintang tiga kepada Pop! Hotel Diponegoro akhir pekan lalu.

BACA JUGA: Kotawaringin Barat Segera Miliki Kampung Warna-warni

Padahal, menurut Sri, banyak keuntungan apabila hotel sudah tersertifikasi.

”Ada kepercayaan dari pelanggan. Sudah jelas eksistensi usahanya. Kepastian hukum sudah ada,’’ ucapnya.

BACA JUGA: Kunjungan Wisman ke Sulut Melonjak 21 Persen

Sementara itu, owner Pop! Hotel Diponegoro Catur R. Limas menuturkan, sertifikasi sangat diperlukan untuk menjamin mutu perhotelan.

’’Karena industri hotel sangat mengutamakan kualitas produk, layanan, dan standardisasi fasilitasnya untuk memastikan nyaman dan aman bagi pelanggan,’’ katanya.

BACA JUGA: Wisatawan Makin Betah Habiskan Waktu di NTB

Dia mengungkapkan, hotel yang dikelolanya memiliki tingkat okupansi 78 persen di tengah persaingan hotel yang ketat di Surabaya.

Dengan telah disertifikasinya Pop! Hotel Diponegoro, okupansi ditargetkan bisa meningkat. (car/c20/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Usung Tagline Anyar, Jabar Pede Pariwisata Makin Berkibar


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler