Banyak yang Gagal Paham Sikapi Kritik Anies Baswedan Soal Subsidi Kendaraan Listrik

Minggu, 14 Mei 2023 – 18:21 WIB
Bakal capres di Pilpres 2024 Anies Baswedan di acara deklarasi relawan Amanat Indonesia (ANIES) di GBK Senayan, Jakarta, Minggu (7/5). Foto: Kenny Kurnia Putra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Juru Bicara Relawan Perubahan Indra Kusumah menganggap banyak pihak salah memahami konteks kritikan yang dilontarkan bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan dan Persatuan (KPP) Anies Baswedan soal subsidi kendaraan listrik. 

Menurutnya, Anies Baswedan menyoroti potensi kebijakan yang salah sasaran ketika mantan Gubernur DKI Jakarta itu melontarkan kritik soal subsidi kendaraan listrik. 

BACA JUGA: Heikal Safar Kecam Ucapan Umar Bonte soal Pribumi dan Anies Baswedan

"Mas Anies fokus mengkritisi subsidinya, subsidi atau insentif yang memperluas kesenjangan kemiskinan," kata dia melalui layanan pesan, Minggu (14/5). 

Indra mengatakan Anies tentu memahami kendaraan listrik menjadi upaya mentransisikan energi dari kotor ke bersih, sekaligus menurunkan emisi karbon. 

BACA JUGA: Hasil 4 Kali Survei: Elektabilitas Anies Selalu Teratas, Gerakan Prabowo Jangan Diremehkan

Namun, kata dia, soal subsidi kendaraan listrik menjadi isu lain, karena kebijakan itu berpotensi menguntungkan kelompok tertentu.

Selain itu, kata Indra, efektivitas subsidi kendaraan listrik pada akhirnya tidak menyelesaikan masalah kepadatan lalu lintas. 

BACA JUGA: Hasil Survei Terbaru: Elektabilitas Anies di DKI Jakarta Tertinggi, Ganjar?

"Apakah efektif mengatasi persoalan seperti kemacetan yang justru menimbulkan kerugian ekonomi dan sampai sekarang belum ada solusinya," ujarnya.

Indra mengatakan Anies ketika mengkritisi kebijakan subsidi kendaraan listrik menawarkan solusi yang paling dibutuhkan rakyat. 

Semisal, kata dia, Anies menyoroti perlunya perbaikan sistem transportasi umum dan kendaraan logistik berbasis listrik. 

"Saat masih menjabat gubernur, pada 2022, Mas Anies pernah meresmikan 30 unit bus listrik untuk armada transjakarta, dengan target sampai 100 bus, karena kalau bicara soal energi bersih, masalah polusi udara, dan kemacetan sudah jelas jadi tantangan masyarakat saat ini," ujar Indra. (ast/jpnn) 

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler