Batal Ditembak Mati, Kini Dirawat di RS, Dijaga Ketat Polisi

Selasa, 16 Agustus 2016 – 05:44 WIB
Keluarga terpidana mati kasus narkoba Zulfiqar Ali terlihat mengunjungi RS Geriatri, Purwokerto, Senin (15/8) sore. Zulfikar Ali sudah tiga hari terakhir menjalani perawatan di RS Geriatri. Foto: Maulidin Wahyu/Radar Banyumas/JPNN.com

jpnn.com - PURWOKERTO - Zulfiqar Ali, salah seorang terpidana mati yang batal dieksekusi pada 29 Juli 2016, hingga Senin (15/8) dirawat di RS Geriatri Abiyasa, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Zulfiqar dirawat di paviliun Adenium lantai dua, kamar nomor 201. Menurut Koordinator Kalapas Batu Abdul Aris, dia dirawat sudah sejak tiga hari lalu.

BACA JUGA: Jessica Kumala seorang Amorous Narcissist, Tiga Ciri Paling Menonjol

"Sekitar tiga harian dia sudah dirawat,"ujarnya saat dihubungi Radarmas (Jawa Pos Group), Senin (15/8).

Dia mengungkapkan, Zulfiqar dirawat di rumah sakit karena penyakit yang sudah lama diidapnya. Menurutnya, dia mengalami penyakit komplikasi. Dia menjelaskan, kondisi tubuhnya sempat ngedrop yang akhirnya terpaksa dibawa ke rumah sakit.

BACA JUGA: Agar Tak Langgar UU Lagi, Pemerintah Disarankan Bertobat

"Saat itu kondisinya memang semakin ngedrop,"imbuh dia.

Menurut dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait perawatan Zulfiqar Ali di rumah sakit tersebut termasuk dengan Kepolisian Resor Banyumas untuk masalah pengamanan.

BACA JUGA: Panglima TNI Tinjau Geladi Bersih HUT RI Ke-71

Sekitar Pukul 17.00 WIB, Radarmas mencoba mengecek informasi tersebut. Cukup mudah ditemukan, karena kamar Zulfiqar berada paling depan deretan kamar. Di saat itu, suasana di lorong kamar yang berada di arah barat terlihat lengang. 

Akan tetapi ada empat personil dari Polres Banyumas dengan penjagaan cukup ketat, terlihat berjaga-jaga di depan ruangan tersebut. Sementara ada tiga perawat yang sedang melakukan piket di sana.

Dari informasi yang didapat, penjagaan dilakukan selama dua shift. Tiap satu shiftnya berlakukan penjagaan selama 12 jam. Pergantian Shift pagi dilakukan sekitar Pukul 08.00 WIB. Kabarnya Zulfiqar baru dipindahkan beberapa hari yang lalu dari RSUD Margono.

Selang 15 menit, terlihat satu anggota keluarga keluar dari kamar Adenium Nomor 201. Anggota keluarga itu, beberapa menit  kembali ke ruangan. Kemudian juga terlihat satu anggota keluarga, namun dengan orang yang berbeda.

Sekitar Pukul 17.55 WIB, juga terlihat lima anggota keluarga yang masuk ke ruangan. Lima anggota itu terdiri dari dua ibu dan tiga diantaranya anak-anak. 

Seperti diketahui, terpidana mati Zulfiqar Ali dipindahkan dari Lapas Narkotika, Cipinang, Jakarta, ke Lapas Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, pada tanggal 30 April 2016. Akan tetapi sejak tanggal 16 Mei 2016, 

Zulfiqar yang divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada tahun 2005 atas kasus kepemilikan 300 gram heroin itu dirawat di Ruang Dahlia, Rumah Sakit Umum Daerah Cilacap karena komplikasi bronkitis, liver, dan hepatitis.(rez/why/sam/jpnn) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menpora Perjuangkan Gloria Bisa Dukukuhkan Sebagai Paskibraka


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler