Bawaslu: Mahar Politik Merusak Segalanya

Kamis, 18 Januari 2018 – 15:26 WIB
Ilustrasi suap. Foto: Pixabay

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar menilai semua yang terlibat dalam praktik mahar politik harus ditindak. Baik itu bakal calon sebagai pihak pemberi, maupun partai yang meminta mahar.

"Karena, praktik mahar politik secara tidak langsung telah merusak sistem demokrasi yang dibangun," ujar Fritz di Jakarta, Kamis (18/1).

BACA JUGA: Sebaiknya Nyalla Blak-blakan ke Bawaslu soal Maunya Prabowo

Menurut Fritz, partai seharusnya menerapkan pendidikan politik dan pola kaderisasi secara terus menerus. Sehingga parpol memiliki calon-calon pemimpin yang mumpuni di segala lini.

"Misalnya kepala daerah, harus mampu menjadi yang lebih baik dari pejabat sebelumnya," ucapnya.

BACA JUGA: Mahar Politik Sama dengan Memojokkan Islam

Fritz menilai, praktik mahar politik sebenarnya secara tak langsung juga merusak sistem di tubuh parpol.

Pasalnya, menghambat karier politik para kader yang tidak punya uang. Padahal, mereka selama ini sudah bekerja keras memajukan partai.

BACA JUGA: Zulkifli Hasan: Bukan Mahar, Tapi Suap

"Sistem demokrasi juga menjadi rusak, masyarakat tidak diberi kesempatan memilih tokoh yang benar-benar memiliki kualitas membangun sebuah daerah atau sebagai wakil rakyat di DPR maupun DPRD," pungkas Fritz. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ssstt, Ada Upaya Benturkan Anies dengan Bang Sandi


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler