Bayi Tiantian Lahir Empat Tahun setelah Orang Tuanya Wafat

Jumat, 13 April 2018 – 14:02 WIB
Ilustrasi bayi. FOTO : Pixabay

jpnn.com, BEIJING - Dibutuhkan perjuangan untuk membawa Tiantian ke dunia. Bayi yang kini berusia empat bulan itu lahir empat tahun setelah dua orang tuanya tewas dalam kecelakaan mobil.

Dia lahir melalui ibu pengganti di Laos pada Desember lalu. Kisahnya baru terungkap awal pekan ini.

BACA JUGA: Perlukah Bayi Tidur Memakai Bantal?

”Kedatangan bayi laki-laki ini ke dunia ditakdirkan dengan cara yang menyedihkan. Dia tidak memiliki orang tua,” ujar Shen Xinnan, kakek dari pihak ayah, seperti dikutip The Guardian.

Dilansir dari The Strait Times, orang tua Tiantian, yaitu Shen Jie dan Liu Xi, sudah menikah selama dua tahun. Berharap mendapat momongan, mereka memutuskan mengikuti program in vitro (IVF).

BACA JUGA: Bayi yang Lahir saat Lebaran, Mayoritas Diberi Nama Fitri

Nahas, pada 20 Maret 2013, lima hari menjelang penanaman embrio ke rahim Liu, pasangan tersebut mengalami kecelakaan dan tewas.

Shen dan Liu sama-sama anak tunggal. Kematian mereka merupakan pukulan luar biasa bagi keluarga masing-masing. Sebab, itu berarti garis keturunan keluarga terputus.

BACA JUGA: Meleset dari Perkiraan Dokter, Lahir Saat Takbir Idulfitri Menggema

Orang tua Shen dan Liu lantas berjuang agar empat embrio yang tersimpan di Nanjing Gulou Hospital tidak dihancurkan. Mereka ingin mengambilnya.

Setelah melalui proses hukum yang panjang, baru pada September 2014 mereka diizinkan menyimpan embrio tersebut.

Tapi, masalah baru muncul. Nanjing Gulou Hospital menegaskan bahwa embrio itu hanya bisa diberikan kepada institusi medis. Bukan individu.

Permasalahannya, tak ada rumah sakit di Tiongkok yang mau menampung. Embrio tersebut akhirnya dibawa ke luar negeri.

Mereka juga kerepotan mencari ibu pengganti. Apalagi, di Tiongkok, sejak 2001 menjadi ibu pengganti dianggap ilegal. Mau tidak mau mereka berpaling pada perempuan dari luar Negeri Panda tersebut.

Januari 2017 keluarga Shen dan Liu menemukan ibu pengganti di Laos. Si ibu pengganti terbang ke Guangzhou, Tiongkok, untuk melahirkan bayi laki-laki itu pada Desember lalu. (sha/c10/pri)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler