BBM Dinaikkan, Tetap Yakin Jokowi Tak Akan Tinggalkan Karakter Kerakyatan

Rabu, 19 November 2014 – 16:54 WIB

jpnn.com - JAKARTA - PDI Perjuangan tak mau Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang diusungnya menjadi bulan-bulanan karena menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Karenanya, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu ikut membantu menjelaskan ke publik tentang keputusan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi yang tidak populer itu.

Menurut pelaksana tugas (Plt) Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, partainya sebagai bagian dari pemerintahan saat ini memahami langkah yang diambil Presiden Jokowi. Sebab, Presiden Jokowi tidak asal mengalihkan subsidi yang berimbas pada kenaikan harga BBM, tetapi juga menyertainya dengan program pro-rakyat seperti Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

BACA JUGA: Menpora Bentuk Tim Pengkaji Proyek Hambalang

“PDI Perjuangan sebagai partai yang berada di dalam pemerintahan memahami pilihan sulit atas kebijakan itu. Tetapi kami juga melihat adanya arah keberpihakan pengalihan subsidi BBM dengan menempatkan rakyat kecil sebagai prioritas utama,” ujar Hasto di Jakarta, Rabu (19/11).

Hasto menegaskan, langkah Presiden Jokowi menaikkan harga BBM subsidi di usia pemerintahannya yang belum genap sebulan merupakan tindakan cepat yang harus diambil demi menyelamatkan perekonomian nasional dari tekanan defisit anggaran. Sebab, beban subsidi sudah sangat berat karena pemerintah juga masih menanggung utang atas subsidi tahun-tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari Rp 46 triliun.

BACA JUGA: Partai Pendukung Jokowi Diibaratkan Syair Lagu Dangdut

Sementara di sisi lain, pemasukan negara dari sektor pajak belum mampu menutup defisit anggaran. Hasto menyebut reformasi sektor perpajakan selama 10 tahun terakhir tidak menunjukkan hasil signifikan.

Karenanya, PDIP juga medorong Jokowi akan melakukan langkah agresif untuk memacu penerimaan negara, termasuk menutup kebocoran. Hasto menegaskan, demi mewujudkan sistem ekonomi nasional yang lebih berkeadilan maka pemerintah sudah semestinya mengoptimalkan kinerja aparatnya seperti Direktorat Jendral Pajak, Kejaksaan Agung, Polri dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menindak berbagai bentuk kejahatan ekonom.

BACA JUGA: Politikus PAN Klaim Mayoritas Anggota Dewan Dukung Interpelasi

“PDIP meyakini pemerintahan Jokowi-JK akan lebih agresif di dalam memerangi mafia minyak, sekaligus memastikan peningkatan efisiensi hulu-hilir di sektor migas,” ujarnya.

Namun demikian Hasto juga mengingatkan pemerintahan Jokowi-JK agar segera merealisasikan program lainnya untuk memacu pembangunan di bidang infrastruktur yang dapat meningkatkan produktivitas rakyat banyak. Misalnya, pengaspalan jalan di pedesaan, pembangunan rumah layak huni bagi kalangan tak mampu, perbaikan irigasi pertanian, penyaluran bantuan langsung ke petani dan nelayan, serta pemberian modal ke pelaku usaha kecil dan menengah (UKM).

Menurut Hasto, kepemimpinan Jokowi tidak akan meninggalkan karakter kerakyatannya meski telah menempuh kebijakan yang tak populer seperti menaikkan harga BBM. “Percayalah bahwa karakter kepemimpinan Jokowi yang merakyat akan secepatnya mengatasi berbagai persoalan sebagai dampak kenaikan BBM itu,” pungkasnya.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PDIP Baru Mau Serahkan Daftar Anggota untuk AKD Besok


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler