BC Perkuat Pencegahan Penyelundupan dengan Operasi Jaring Sriwijaya

Kamis, 04 Mei 2017 – 21:06 WIB
Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Dirjen Bea dan Cukai (BC) Kementrian Keuangan, Harry Mulya menyematkan tanda peserta kepada anggota Bea Cukai yang akan melaksanakan operasi patroli laut Bea Cukai Wilayah Barata Indonesia Jaring Sriwijaya di pelabuhan Batuampar, Batam, Kepri. F Cecep Mulyana/Batam Pos/jpg

jpnn.com, BATAM - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menggelar Operasi Jaring Sriwijaya 2017 guna mengantisipasi tindak pidana penyeludupan dan peningkatan pengawasan di Bidang Kepabeanan dan Cukai.

Operasi Jaring Sriwijaya 2017 dimulai dan secara resmi dibuka Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) Dirjen Bea dan Cukai (BC) Kementrian Keuangan, Harry Mulya di Pelabuhan Batuampar, Kamis (4/5).

BACA JUGA: Presiden Ukur Kinerja BP Batam Lewat Target Investasi

Operasi ini rencananya akan dilaksanakan dalam tiga tahap sampai akhir Tahun 2017.

"Dalam rangka menindaklanjuti instruksi Presiden Republik Indonesia, DJBC telah mengambil langkah-langkah strategis khususnya dalam pengawasan laut melalui kegiatan patrooli laut bea dan cukai," ujarnya kepada Batam Pos (Jawa Pos Group), kemarin.

BACA JUGA: Penerimaan Cukai Plastik Terancam Tak Sesuai Target

Harry menjelaskan, pada 2017 ini DJBC menyelenggarakan kegiatan patroli laut dengan berbagai skema. Yakni, di wilayah barat Indonesia dengan sandi Operasi Patroli Laut Jaring Sriwijaya dan di wilayah timur Indonesia dengan sandi Operasi Patroli Laut Jaring Wallacea yang dimulai pada tanggal 10 Mei 2017.

"Jika 2016 kemarin, sandinya Operasi Gerhana, sementara di tahun ini Operasi Sriwijaya. Disamping itu, DJBC menyelenggarakan operasi laut dalam konteks kerja sama bilateral dengan Kastam Diraja Malaysia serta Patkor Optima," tuturnya.

BACA JUGA: Cemen! Puluhan Kali Beraksi, Begitu Diborgol Polisi Langsung Nangis

Lebih lanjut Harry mengatakan, pada Patkor Operasi Patroli Bea Cukai Jaring Sriwijaya 2017 ini Bea Cukai mengikutsertakan 17 kapal, yakni unsur kapal patroli berupa Fast Patrol Boat (FPB) ukuran 60 meter, 38 meter, dan 28 meter. Selain itu ada juga kapal VSV, dan speed boat.

"Kita juga melibatkan sebanyak 250 personil dalam setiap operasi," katanya.

Adapun 17 unit kapal itu akan beroperasi di lima sektor, yaitu dimulai dari Perairan Aceh sampai Belawan, Tanjung Balai Asahan sampai Tanjung Sibnaboy, Tanjung Parit hingga Batam, Tanjung Pinang sampai perairan Sumatra Bagian Selatan, dan sektor laut Natuna hingga wilayah Perairan Kalimantan bagian barat.

"Sasarannya adalah penyelundupan dan tindak pidana lainnya yang diamanahkan kepada DJBC sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku," imbuhnya.

Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian yang turut hadir dalam pembukaan Operasi Jari Sriwijaya ini menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Bea Cukai dalam upaya pencegahan tindak pidana penyelundupan maupun tindak pidana lainnya di wilayah laut.

"Saya kira (kegiatan) ini harus didukung. Kami dari Kepolisian Daerah Kepulauan Riau akan memback up kegiatan ini. Wilayah barat merupakan wilayah yang paling rentan akan tindak pidana penyelundupan.Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan penerimaan negara melalui cukai," katanya.(cr1)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perusahaan Packaging Kertas Asal Malaysia Tanam Investasi di Batam


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler