BCA Syariah Garap Uang Elektronik

Kamis, 07 September 2017 – 10:28 WIB
Ilustrasi BCA. Foto: Jawa Pos/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - PT Bank BCA Syariah mulai merambah bisnis kartu uang elektronik dengan co-branding bersama induk usahanya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

 Hingga akhir tahun ini, BCA Syariah menargetkan penjualan seribu kartu Flazz BCA Syariah.

BACA JUGA: 6 Trik agar Pinjaman Disetujui Bank

Perseroan menargetkan kartu Flazz BCA Syariah naik berlipat hingga sepuluh ribu kartu pada tahun depan.

Investasi yang dikeluarkan perseroan untuk mencetak uang elektronik mencapai Rp 23 juta pada tahun ini dan Rp 230 juta untuk tahun depan.

BACA JUGA: KA Jakarta-Surabaya 160 Km per Jam Pakai Jalur Existing

Kartu Flazz BCA Syariah dihargai Rp 23 ribu per kartu.

’’Fee based income-nya sebenarnya tidak ada. Ini murni dilakukan untuk penyediaan jasa pembayaran nontunai bagi masyarakat,’’ kata Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih.

BACA JUGA: Penjualan Mitsibushi Xpander Lampaui Ekspektasi

BCA Syariah menjadi bank syariah pertama yang melakukan co-branding dengan BCA untuk produk uang elektronik.

Sebelumnya, BCA pernah melakukan co-branding dengan beberapa bank. Di antaranya, Bank Panin dan BPD DIY.

Direktur BCA Suwignyo Budiman menyatakan, bisnis uang elektronik pada dasarnya memang lebih ditujukan untuk edukasi budaya transaksi nontunai.

Sebab, biaya yang dikeluarkan bank cukup banyak. Mulai biaya cetak, promosi, dan edukasi ke merchant, hingga gaji karyawan.

Padahal, bank tidak mendapatkan fee dari isi ulang maupun transaksi pengguna kartu.

’’Kami punya komitmen yang besar untuk mengembangkan uang elektronik. Ini memang tidak mendatangkan keuntungan. Ini bisnis jangka panjang,’’ tutur Suwignyo.

Jaringan Flazz BCA tersebar di 22 kota di seluruh Indonesia dan didukung lebih dari 80 ribu merchant.

BCA dan BCA Syariah bertumpu pada transportasi publik untuk penetrasi uang elektronik.

Menurut Suwignyo, hampir semua negara maju memanfaatkan sektor transportasi untuk memasarkan uang elektronik.

BCA Syariah pun berharap dapat memanfaatkan kebijakan pemerintah yang mewajibkan penggunaan uang elektronik di seluruh gerbang tol pada Oktober nanti. (rin/c14/noe)

BACA ARTIKEL LAINNYA... JOB PPEJ Maksimalkan Produksi di Blok Tuban


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler