Bea Cukai Beri Asistensi dan Edukasi kepada Pelaku UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 28 Oktober 2022 – 22:05 WIB
Petugas Bea Cukai bersama pelaku UMKM. Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai memiliki peran penting dalam keberlangsungan industri di dalam negeri.

Bea Cukai secara aktif memberikan asistensi dan edukasi serta pendampingan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berpotensi untuk ekspor di sejumlah wilayah Indonesia agar bisa naik kelas.

BACA JUGA: Bea Cukai Bersinergi dengan Kejaksaan untuk Memperkuat Pengawasan

Kasubdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Hatta Wardhana mengatakan Indonesia memiliki 64 juta UMKM yang mampu menyerap 97 persen lapangan kerja dan menyumbang 60 persen produk domestik bruto (PDB).

Namun, dalam meningkatkan ekspor, UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya akses pasar, sumber daya manusia yang terampil, kurangnya penggunaan teknologi yang lebih maju, dan keterbatasan akses ke layanan keuangan. 

BACA JUGA: Bea Cukai Sosialisasikan Aturan Ekspor kepada Pelaku UMKM Melalui Radio

“Untuk itu, kami berupaya memberikan pendampingan dan asistensi untuk membantu para pelaku usaha tersebut,” tegasnya.

Bea Cukai Batam hadir memberikan asistensi kepada UMKM Kampung Resepi pada Kamis (27/10). 

BACA JUGA: Bea Cukai Konsisten Jaga Rapor Baik APBN 2022 lewat Cara Ini

Kampung Resepi adalah UMKM yang bergerak di bidang food and beverage atau produk makanan ringan semprong. 

Dalam kegiatan ini, Bea Cukai Batam memberikan asistensi terkait kepabeanan dalam impor barang baku pembuatan dan ekspor produk jadi.

Sebelumnya, pada Selasa (11/10), Bea Cukai Bogor yang diwakili Tim Klinik Ekspor melakukan kunjungan ke UMKM di wilayah Kota Depok, yaitu IFI Dry Food. 

Kunjungan ini memiliki tujuan pemetaan UMKM sebagai bentuk pengumpulan data ekonomis, profiling produksi dan yang terpenting adalah pemberian rekomendasi dan asistensi orientasi ekspor bagi IFI Dry Food.

IFI Dry Food merupakan industri berskala rumahan yang berdiri sejak 24 Februari 2021. Industri ini bergerak di bidang pengeringan tanaman yang meliputi buah-buahan, sayuran, rempah-rempah, dan bumbu yang bahan bakunya asli dikirimkan dari Lembang, dengan kapasitas produksi maksimal 100 kg dalam 1 bulan.

“Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Bogor memberikan rekomendasi kepada IFI Dry Food untuk berperan serta dalam trade expo yang akan dilaksanakan pada akhir Oktober 2022 untuk menggali kesempatan business matching dengan para buyer internasional serta mencoba program ekspor yang diinisiasi oleh salah satu marketplace ternama,” ujar Hatta.

Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Jambi kembali melaksanakan kunjungan ke Rumah Produksi Polished Stone Agus Soleh yang dilakukan pada Selasa (18/10) di Desa Benteng, Kabupaten Sarolangun, Jambi. 

Dalam kunjungan ini, Bea Cukai Jambi melihat pengolahan batu alam dalam keadaan bongkahan hingga menjadi batu yang memenuhi spesifikasi kualitas ekspor.

Asistensi dan pendampingan merupakan salah satu upaya nyata Bea Cukai dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional (PEN). 

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini menjadi wadah aspirasi bagi para pelaku UMKM yang berkeinginan ekspor untuk mengembangkan usahanya,” pungkas Hatta. (mrk/jpnn)


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler