Bea Cukai Beri Asistensi kepada Asosiasi Pengusaha KB, Ini Fasilitas yang Didapat

Selasa, 05 Juli 2022 – 21:28 WIB
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY Muhamad Purwantoro menyambut baik audiensi dari Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) Pusat, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Tegal, dan Kudus. Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Hatta Wardhana, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, mengatakan pihaknya melakukan asistensi terhadap perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat di sejumlah wilayah. Kali ini asistensi dilaksanakan di Tuban dan Semarang.

Kawasan berikat (KB) merupakan kawasan yang memenuhi persyaratan tertentu untuk menimbun barang impor dan/atau barang yang berasal dari tempat lain di Indonesia guna diolah atau digabungkan sebelum diekspor atau diimpor untuk dipakai. 

BACA JUGA: Bea Cukai Dampingi Ekspor Dua Produk Lokal dari Sulawesi dan Yogyakarta

Fasilitas kawasan berikat menguntungkan pengusaha karena mendapatkan fasilitas fiskal berupa penangguhan bea masuk.

Bea Cukai Bojonegoro melaksanakan kegiatan monitoring, evaluasi, dan asistensi terhadap PT Kirana Food International pada Kamis (16/6). 

BACA JUGA: Bea Cukai Gelar Operasi Pasar dan Sosialisasi Larangan Peredaran Rokok Ilegal

PT Kirana Food International berlokasi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dan mulai beroperasi sejak pertengahan 2019. 

Perusahaan ini bergerak di bidang industri pengolahan hasil laut seperti ikan makerel, kepiting salju, cumi, salmon, dan udang dengan tujuan ekspor ke Jepang.

BACA JUGA: Bea Cukai Ungkap Jalin Kerja Sama dengan TNI dan BNN

“Melalui kegiatan asistensi ini, Bea Cukai berupaya menjamin kelancaran kegiatan ekspor nasional dengan fasilitas fiskal yang diberikan,” ujar Hatta.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Muhamad Purwantoro, menyambut baik audiensi dari Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) Pusat, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Tegal, dan Kudus. 

Acara berlangsung di ruang rapat Kanwil Bea Cukai Jateng dan DIY pada Senin (23/05).

Ketua Umum APKB Ade Sudrajat menyampaikan koordinasi pemerintah dan pengusaha dapat terus dijaga sehingga dapat mendorong tumbuhnya investasi dan ekspor, tak hanya di Jawa Tengah, tetapi juga di Indonesia.

“Koordinasi ini diharapkan mampu menjadi daya dorong yang kuat untuk meningkatkan ekspor dari Kawasan Berikat, meningkatkan investasi bahkan menarik investor baru,” ungkapnya.

Bea Cukai Semarang melaksanakan asistensi dalam tajuk Sambung Rasa di Ruang Serbaguna PT Samkyung Jaya Garments, pada Kamis (16/06). 

Kegiatan diikuti oleh perwakilan APKB dan Pejabat Pengawas di lingkungan Bea Cukai Semarang guna membahas kendala-kendala yang dihadapi perusahaan untuk didiskusikan bersama agar mendapatkan solusi terbaik. 

Pelaksanaan asistensi sekaligus sebagai bentuk dukungan Bea Cukai terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional melalui kegiatan ekspor dan impor. 

“Para Pengguna Fasilitas telah membantu menggerakkan perekonomian negara dengan membuka lapangan kerja. Koordinasi baik dari pelaku usaha maupun pemerintah akan memberikan dampak ekonomi positif bagi iklim investasi di daerah,” pungkas Hatta. (mrk/jpnn)


Redaktur : Tarmizi Hamdi
Reporter : Tarmizi Hamdi, Tarmizi Hamdi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler