Bea Cukai Hadiri Pertemuan Kepabeanan Sedunia

Kamis, 05 Juli 2018 – 14:37 WIB
Delegasi Bea Cukai Indonesia bersama BPK turut hadir dalam pertemuan 132nd Session of the Customs Co-Operation Council pada 28-30 Juni 2018 di Brussel, Belgia. Foto: Humas Bea Cukai

jpnn.com, BELGIA - Bea Cukai bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hadir dalam pertemuan 132nd Session of the Customs Co-Operation Council yang diadakan pada 28-30 Juni 2018 di Brussel, Belgia.

Pertemuan tertinggi para pemimpin administrasi kepabeanan ini membahas dan memutuskan arah kebijakan, program dan kegiatan, frame of standards dan guidelines, serta arahan terkait isu dan permasalahan kepabeanan.

BACA JUGA: Bea Cukai Jambi Musnahkan Rokok dan Miras Ilegal

Dalam pertemuan, Indonesia telah menyampaikan intervensi di berbagai bidang prioritas antara lain terkait e-commerce, enforcement, trade of facilitation, capacity building dan isu Kosovo.

Kunio Mikuriya kembali terpilih sebagai WCO Secretary General, dan Indonesia juga terpilih menjadi di anggota Audit Committee di WCO Policy Commision.

BACA JUGA: Bea Cukai Tanjung Emas Amankan 1,149 Kilogram Sabu-sabu

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga, Robert Leonard Marbun menyatakan, terkait e-commerce, Indonesia kembali menyampaikan digital goods agar dimasukkan dalam pembahasan e-commerce, sebagaimana juga Indonesia telah menyampaikannya di forum World Trade Organization (WTO).


"Di bidang penindakan, kami juga meminta WCO untuk mejembatani Pertukaran data on PNRGov dengan Uni Eropa dalam rangka international commitment on security initiative, yang sampai saat ini belum dapat dipertukarkan karena adanya Regulation EU Directive 2016/679 tentang jaminan perlindungan data pribadi warga EU. Intervensi ini mendapat dukungan anggota lainnya seperti Jepang, India, Maldives dan New Zealand," ujar Robert.

BACA JUGA: Penerimaan Negara Lewat PDB Meningkat Berkat Kebijakan Cukai


Di bidang fasilitasi perdagangan, Indonesia juga menyampaikan dukungan kepada WCO untuk pembentukan Working Group on Performance Measurement.

"Indonesia siap bekerjasama dalam bentuk pembuatan rumusan metode alternatif yang menjawab kekurangan metodologi customs performance measurement dari World Bank dalam EODB," imbuhnya.

Sementara itu di bidang Capacity Building, Indonesia menyampaikan usulan agar Pusdiklat Bea Cukai dan Laboratorium Bea Cukai bisa menjadi salah satu Regional Training Centre and Regional Customs Lab di kawasan Asia Pasifik.

Selain pertemuan tersebut, diadakan juga pertemuan dengan administrasi Kepabeanan Belanda dan Kepabeanan Belgia.

Bea Cukai Indonesia menjalin kesepakatan dengan Bea Cukai Belanda mengenai percepatan implementasi Letter of Intent terkait Reputable Traders, sebagai upaya meningkatkan ekspor Indonesia ke Belanda, karena berbagai kemudahan customs clerance di Port of Rotterdam dan Airport of Schiphol.

Sementara dengan Bea Cukai Belgia, telah disepakati penguatan kerja sama pemberantasan illicit trade, TOC dan terorisme. Untuk mendukung efektivitas kerja sama, akan ditempatkan Customs Attache Belgia di Jakarta.

Tidak ketinggalan, Bea Cukai Indonesia juga meminta dukungan Belanda dan Belgia untuk membantu Indonesia dalam pertukaran data PNRGov dengan Uni Eropa. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bea Cukai Indonesia Ikut Membahas Isu Kepabeanan di Belgia


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Bea Cukai  

Terpopuler