Bea Cukai Laksanakan CVC Secara Maraton di Sidoarjo dan Jakarta, Apa Tujuannya?

Kamis, 04 Agustus 2022 – 20:28 WIB
Bea Cukai melaksanakan CVC secara maraton di Sidoarjo dan Jakarta dengan mengunjungi sejumlah perusahaan. Foto: Dokumentasi Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai Juanda secara maraton mengunjung beberapa perusahaan yang bergerak di non-vessel operator common carrier (NVOCC), seperti PT Tabitha Express, PT Indo-Nanshin Express, dan PT Citrabati Logistik International.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program unggulan Bea Cukai, yaitu customs visit customer (CVC).

BACA JUGA: Genjot Kinerja Ekspor, Begini Upaya yang Dilakukan Bea Cukai di 3 Wilayah Ini

Kunjungan juga dilakukan ke PT Angkasa Pura Logistik selaku ground handling dan pengusaha tempat penimbunan sementara (TPS) di Bandara Juanda.

Kasubdit Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Hatta Wardhana menjelaskan NVOCC merupakan badan usaha jasa pengurusan transportasi yang melakukan negosiasi kontrak.

BACA JUGA: Bea Cukai Beri Asistensi kepada UMKM di Empat Wilayah untuk Gali Potensi Ekspor

"Selain itu, melakukan kegiatan lain yang diperlukan untuk terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat, laut dan udara, dan mengkonsolidasikan muatan," kata Hatta Wardhana melalui keterangan yang diterima, Kamis (4/8).

Kunjungan dilanjutkan Bea Cukai Juanda ke perusahaan ekspor impor.

BACA JUGA: Tim di Lampung dan Malang Bergerak, Bea Cukai Dapat Tangkapan Besar, Mantap!

Salah satu perusahaan yang dikunjungi, yaitu PT Metso Outotec Indonesia (repair center) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang supplier peralatan industri pertambangan sampai dengan proses purnajual, maintenance atau service.

"Kemudian kunjungan berlanjut ke produsen kapal PT PAL Indonesia sbagai penerima fasilitas impor sementara sekaligus pemegang sertifikat Mitra Utama (Mita) Kepabeanan," terangnya.

Terakhir, CVC maraton Bea Cukai Juanda dilakukan dengan mengunjungi dua perusahaan pengurusan jasa kepabeanan (PPJK), yaitu PT Naku Freight Indonesia dan PT Lintas Global Mandiri.

Keduanya merupakan pengguna jasa aktif yang kerap melakukan kegiatan pengurusan kepabeanan atas ekspor impor para kliennya melalui Bandara Internasional Juanda.

Bea Cukai Jakarta juga melaksanakan kegiatan serupa yang bertujuan menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para pengguna jasa terkait kepabeanan sekaligus mengikutsertakan dalam menggali masukan menuju layanan publik yang inklusif.

CVC dilaksanakan Bea Cukai Jakarta dengan mengunjungi salah satu UKM yang berpeluang ekspor hasil rekomendasi oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kota Jakarta Timur, yaitu UKM Fafa Aloe Vera, Senin (25/7).

UKM Fafa Aloe Vera merupakan UKM yang bergerak di bidang minuman herbal dari olahan lidah buaya.

Berdiri pada 2010, saat ini UKM Fafa Aloe Vera telah mengantongi hak paten sebagai merek dagang UMMI pada 2015.

Hatta menegaskan melalui CVC, Bea Cukai akan mendapatkan gambaran seutuhnya atas proses bisnis perusahaan dan potensi eskpornya.

“Bea Cukai terus berkomitmen, konsisten, dan selalu bersedia berkolaborasi demi menyempurnakan pelayanan publik serta mewujudkan kepatuhan pengguna jasa menuju pelayanan publik yang inklusif dan efektif,” ujar Hatta. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler