Bea Cukai Lepas Ekspor Udang dan Rumput Laut dari Ambon dan Gresik, Ini Tujuannya

Selasa, 20 Desember 2022 – 22:37 WIB
Bea Cukai Gresik melaksanakan pelepasan ekspor rumput laut kering yang akan diberangkatkan menuju China, Rabu (7/12). Foto: Dokumentasi Humas Bea Cukai

jpnn.com, AMBON - Bea Cukai terus berupaya meningkatkan nilai ekspor Indonesia yang menurun di November 2022 menjadi USD 24,1 juta dari bulan sebelumnya mencapai USD 24,7 juta.

Salah satu wujud upaya tersebut ditunjukkan dengan pelepasan ekspor dua komoditas, yaitu udang dan rumput laut di Ambon dan Gresik.

BACA JUGA: Bea Cukai Dukung Kinerja Ekspor Tetap Terjaga Menjelang Penghujung 2022

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Hatta Wardhana mengatakan Bea Cukai Ambon melakukan pengawasan dan pelayanan atas ekspor udang milik PT Wahana Lestari Investama (WLI) pada Senin (12/12).

Sebelumnya PT WLI telah rutin mengekspor udang ke China. Namun ekspor kali ini, perusahaan mengarahkan tujuan ekspornya ke Singapura dan Malaysia.

BACA JUGA: Gandeng Aparat Penegak Hukum, Bea Cukai Kembali Lakukan Operasi Pasar

"Selama kurang lebih empat hari tim Bea Cukai Ambon melakukan pengawasan dan pelayanan ekspor PT WLI di Opin, Seram Bagian Utara. Tujuan ekspor kedua negara ini merupakan tujuan baru bagi PT WLI," kata Hatta Wardhana.

PT WLI mengekspor satu kontainer udang ukuran empat puluh feet dengan berat bersih sembilan belas ton ke tiap-tiap negara.

BACA JUGA: Gelar Patroli Laut Pandawa, Bea Cukai Batam Amankan Kapal Bermuatan Barang Ilegal

Dalam ekspor kali ini, kapal berangkat dari Opin menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk diekspor angkut lanjut menggunakan kapal internasional tujuan ke Malaysia dan Singapura.

Hatta menyebutkan dari dua kegiatan ekspor tersebut, perusahaan menyumbang devisa ekspor sebesar USD 162.360.

Bea Cukai Gresik sebelumnya juga telah melaksanakan pelayanan dan pengawasan atas eksportasi komoditas daerah.

Pada Kamis (8/12) lalu, Bea Cukai Gresik melepas enam kontainer produk rumput laut milik CV Sawindo Subur Abadi ke China.

"Perusahaan ini terus konsisten dalam memasarkan produknya ke pasar luar negeri," terang Hatta.

Dia menyebutkan dalam pengiriman ekspor ke-15 ini, perusahaan tersebut mengirimkan enam kontainer udang dengan nilai devisa yang dihasilkan sebesar USD 34 ribu.

Menurut Hatta, kontinuitas ekspor dua perusahaan tersebut tidak lepas dari asistensi dan kolaborasi antara Klinik Ekspor Bea Cukai dengan instansi terkait dan usaha para pelaku usaha sendiri.

Dia pun menegaskan Bea Cukai akan terus memaksimalkan asistensi kepada para pelaku usaha, termasuk UMKM untuk dapat mewujudkan ekspor produknya.

Hatta menambahkan Klinik Ekspor Bea Cukai akan terus berkolaborasi dengan instansi terkait untuk bisa memetakan potensi ekspor dari produk-produk daerah.

"Kemudian akan kami asistensi bersama," ujarnya.

Dia berharap pada tahun depan akan muncul lebih banyak pelaku usaha yang mampu secara konsisten memasarkan produknya di pasar luar negeri hingga akhirnya meningkatkan nilai ekspor Indonesia. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler